Breaking News:

Berita Bangkalan

Dilema Nelayan Bangkalan, 'Kucing-kucingan' dengan Cuaca Ekstrem, BMKG Waspadai Gelombang Tinggi

Keterdesakan kebutuhan ekonomi memaksa mereka harus terus berpacu dengan cuaca ekstrem, ‘kucing-kucingan’ dengan tingginya gelombang air laut

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Samsul Arifin
TRIBUNMADURA.COM/AHMAD FAISOL
Perahu-perahu milik para nelayan pesisir Desa Sukolilo Barat, Kecamatan Labang, ditambatkan, Selasa (4/1/2022) karena cuaca ekstrem yang menerjang sejumlah kawasan pesisir di Jawa Timur dalam tiga minggu terakhir, termasuk Kabupaten Bangkalan 

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Pepatah bijak ‘Pelaut ulung bukan lahir dari lautan yang tenang’ mungkin tepat disematkan kepada para nelayan Desa Sukolilo Barat, Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan. Keterdesakan kebutuhan ekonomi memaksa mereka harus terus berpacu dengan cuaca ekstrem, ‘kucing-kucingan’ dengan tingginya gelombang air laut hingga angin kencang dalam tiga minggu terakhir.

Semilir angin sore, Selasa (4/1/2022) berhembus kencang menerpa puluhan perahu milik para nelayan yang ditambatkan berjejer di pesisr Desa Sukolilo Barat. Awan mendung berwarna hitam pekat menandakan, sebentar lagi cuaca tidak bersahabat akan menerjang lautan Selat Madura.

“Cuaca buruk hampir terjadi pada sore hingga malam hari sejak tiga minggu terakhir. Bahkan pekan lalu, hujan es dan angin kencang menerjang kawasan ini,” ungkap Sofyan Hadi (42), nelayan warga Desa Sukolilo Barat, Kecamatan Labang kepada Surya.

Bagi pria yang akrab panggil Pakde itu, seburuk apapun cuaca di tengah laut dipastikan ada sisi baiknya. Salah satunya adalah hasil tangkapan cenderung melimpah seperti ikan dorang dan udang terutama di wilayah perairan laut Kecamata Modung.

Baca juga: Tren Kasus Covid-19 di Bangkalan Melandai, Minat Bervaksin Masyarakat Menurun, Ini Langkah Pemkab

“Namun kami harus menyiasati dengan merubah waktu melaut agar terhindar dari cuaca ekstrem, berangkat melaut selepas subuh dan kembali pada siang hari. Hasil tangkapan di tengah cuaca ekstrem ini cenderung stabil, malahan ada peningkatan karena sekarang musim menjaring ikan dorang,” jelasnya.

Sebelumnya, hujan lebat selama sekitar 2 jam disertai angin kencang, sambaran petir hingga fenomena hujan es mewarnai cuaca ekstrem di wilayah pesisir selatan Kabupaten Bangkalan, Senin (27/12/2021) sekitar pukul 13.45 WIB. Sejumlah 10 pohon tumbang di akses Suramadu, Kecamatan Labang dan satu pohon tumbang di Jalan Raya Ketengan, Kecamatan Burneh.

Beberapa jam sebelumnya, cuaca ekstrem hingga fenomena hujan es itu terpantau Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Kelas I Juanda Surabaya setelah terjadinya pembentukan dan pertumbuhan awan Cumulonimbus (CB).

Di antara lapisan-lapisan awan yang menyerupai bentuk bunga kol, tampak satu jenis awan dengan batas tepi sangat jelas berwarna abu-abu menjulang tinggi bergerak dari langit sisi timur Kota Bangkalan dan begitu cepat berubah menjadi warna hitam.

“Apabila cuaca buruk memaksa harus berangkat siang, ya kami harus pergi melaut. Tangkapan utama nelayan di sini adalah udang, sekali melaut bisa menghasilkan tangkapan udang seberat 5 Kg hingga 10 Kg,” pungkasnya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangkalan, Rizal Morris mengungkapkan, dampak cuaca ekstrem berupa angin kencang di wilayah pesisir dan tingginya gelombang air laut yang terjadi di sore hingga malam hari mempengaruhi aktivitas para nelayan.

“Kondisi ini memang sesuai dengan prediksi yang dirilis BMKG. Peringatan-peringatan dini terkait dengan kondisi maritime juga telah kami informasikan melalui Forkopimcam (Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan) kawasan pesisir, sebagai antisipasi bagi masyarakat nelayan,” ungkapnya.

Berdasarkan Prakiraan Cuaca Maritim Wilayah Perairan Jatim yang diterima BPBD Kabupaten Bangkalan melalui BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak, Surabaya menyebutkan, ketinggian gelombang laut di Selat Madura bagian Barat mencapai 0,1-0,5 meter dengan kecepatan angin di kisaran 03-09 knots.

Ketinggian gelombang laut di Selat Madura bagian Timur mencapai 0,1-0,3 meter dengan kecepatan angin di kisaran 03-10 knot, ketinggian gelombang laut di Selat Madura bagian Utara mencapai 0,1-0,5 meter dengan kecepatan angin di kisaran 03-09 knots.

 “Kalau bisa upayakan tidak pergi melaut saat ada potensi cuaca ekstrem di wilayah perairan. Tidak kalah penting, tetap patuhi SOP pelayaran dan mengecek kondisi perahu-perahu sebelum melaut. Semua itu untuk menjaga keselamatan para nelayan agar terhindar dari hal yang tak diinginkan saat berada di tengah laut,” pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved