Breaking News:

Berita Sampang

Kasus Demam Berdarah di Sampang pada 2021 Meningkat Dibanding Tahun Sebelumnya, ini Rinciannya

Angka warga yang terserang oleh penyakit atau virus yang dibawa oleh nyamuk tersebut cukup tinggi di 2021, mengingat mengalami peningkatan

Penulis: Hanggara Pratama | Editor: Aqwamit Torik
TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Sampang Jalan KH. Wahid Hasyim Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, Madura. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Masyarakat di Kabupaten Sampang, Madura harus mewaspadai adanya Demam Berdarah Dengue (DBD), salah satu cara dengan menjaga kebersihan lingkungan, apalagi pada saat musim hujan, Rabu (5/1/2022).

Pasalnya, angka warga yang terserang oleh penyakit atau virus yang dibawa oleh nyamuk tersebut cukup tinggi di 2021, mengingat mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya.

Dihimpun, dari Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes-KB) Kabupaten Sampang, di 2021 tercatat mencapai 208 kasus.

Adapun rinciannya, pada 2019 ada 152 warga yang terserang DBD, kemudian 2020 ada kenaikan hingga menjadi 229 kasus, sedangkan di 2021 sebanyak 208 kasus.

Kepala Dinkes KB Sampang, Abdula Najih melalui Kasi P2PM Samsul Hidayat mengatakan, berdasarkan laporan yang diterima oleh pihaknya, memang tahun ini kasus DBD mengalami peningkatan.

Akan tetapi, meningkatnya kasus DBD itu tidak secara global di semua wilayah di Sampang.

Artinya, ada beberapa wilayah yang peningkatannya cukup signifikan, seperti Puskesmas Kemoning.

"Pada 2020 di Puskesmas Kemoning hanya ada 48 kasus, tetapi di 2021 naik menjadi 60 kasus, dan ada beberapa tempat lainnya," ujarnya.

Menurutnya, tingginya kasus DBD disebabkan oleh intensitas hujan yang semakin meningkat. 

Maka dari itu, pihaknya meminta agar masyarakat lebih waspada dengan melakukan upaya pencegahan dini, tepatnya menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Samsul Hidayat menyampaikan selama ini sudah memberikan sosialisasi dan mengajak masyarakat agar membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat 

"Kami sudah imbauan kepada semua pihak, yakni Pukesmas dan Kecamatan setempat, bahkan mengajak Lurah atau Kades dan RT untuk lebih peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar dengan menerapkan pola hidup sehat dan 3M plus, untuk mencegah kasus DBD,” pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved