Breaking News:

Berita Sumenep

Kajari Sumenep Bakal Lelang 15 Jenis Barang Rampasan, ada Motor Hingga Mobil, Simak Rinciannya

Adi Tyogunawan mengatakan, pada tanggal 4 Januari 2022 telah menerbitkan keputusan tentang Panitia Penyelesaian Barang Rampasan (PPBR).

Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Ali Hafidz Syahbana
Salah satu belasan barang rampasan yang akan dilelang Kajari Sumenep, Adi Tyogunawan. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sumenep, Adi Tyogunawan dalam waktu dekat akan melakukan lelang 15 barang hasil rampasan melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Pamekasan.

Proses penjualan langsung barang rampasan itu katanya, berupa mobil,  sepeda motor dan mesin pabrik es.

Adi Tyogunawan mengatakan, pada tanggal 4 Januari 2022 telah menerbitkan keputusan tentang Panitia Penyelesaian Barang Rampasan (PPBR).

"Panitianya diketuai oleh Bambang Nurdiyantoro, Kepala Seksi Pengelolaan Barang Bukti dan Barang Rampasan," kata
Adi Tyogunawan pada TribunMadura.com, Rabu (5/1/2022).

Baca juga: Senjata Unik Milik Gajah Mada Selain Keris Sakti, Bikin Musuhnya Majapahit Jadi Ngeri

menurutnya, 15 jenis barang rampasan itu berdasarkan putusan pengadilan telah berkekuatan hukum tetap.

Dari 15 barang rampasan itu rinciannya, satu perkara tindak pidana korupsi berupa mesin pabrik es, satu unit mobil jenis pickup merk Suzuki Carry.

Dan ada 13 unit jenis sepeda motor berbagai merek," ungkapnya.

Kenapa barang rampasan itu harus dilelang, pihaknya mengaku sudah sesuai ketentuan Peraturan Jaksa Agung No. Per-010/A/JA/12/2021 tanggal 10 Desember 2019 tentang Pelelangan dan Penjualan Langsung Benda Sitaan atau Barang Rampasan Negara atau Benda Sita Eksekusi dan Peraturan Menkeu No. 08/PMK.06/2018 tanggal 22 Januari 2018 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara yang berasal dari penyitaan.

"Insyaallah, dalam rangka melaksanakan salah satu tugas Jaksa yaitu melaksanakan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap. Maka  terkait barang bukti yang oleh pengadilan diputus dirampas untuk Negara," katanya.

Selain itu katany, pihaknya telah menerbitkan SK Tim Penyelesaian Barang Rampasan.

"Memohon Kepala Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Pamekasan untuk melakukan pemeriksaan fisik dan penetapan harga limit," katanya.

Jika penilaian harganya dibawah Rp. 35 000.000, maka berdasarkan 2 ketentuan di atas Kejaksaan berwenang melakukan penjualan langsung.

"Maka bagi Masyarakat yang berminat, dipersilakan untuk datang langsung ke Kejaksaan Negeri Sumenep setelah ada Penetapan Limit," katanya.

"Hasil penjualan langsung ini akan disetorkan langsung ke rekening penampungan sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) hasil dinas kejaksaan," terangnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved