Breaking News:

Berita Sampang

MUI dan PCNU Sampang Bersama Satpol PP Datangi Tempat Diduga Lokasi Prostitusi, Ini Hasilnya

Dalam giat semalam yang dilakukan secara tiba-tiba, tidak satupun pelaku yang ditemukan, meski pengecekan di setiap kamar sudah dilakukan.

Penulis: Hanggara Pratama | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Hanggara Pratama
MUI dan PCNU Sampang bersama Satpol PP setempat saat mendatangi kediaman H. Tholib, Kamis (6/1/2022). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Pimpinan Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sampang, Madura bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setempat datangi tempat diduga menjadi lokasi prostitusi terselubung, Kamis (6/1/2022), malam.

Adapun lokasinya, di kediaman H. Tholib (57) warga Desa Taddan, Kecamatan Camplong, Sampang.

Sebelumnya, sekitar beberapa tahun silam, kediaman Pak Haji tersebut memang menjadi lokasi perdagangan sex, terbukti sejumlah PSK dan pelanggan berhasil diamankan.

Kendati demikian, dalam giat semalam yang dilakukan secara tiba-tiba, tidak satupun pelaku yang ditemukan, meski pengecekan di setiap kamar sudah dilakukan.

Hanya saja, terlihat sejumlah anak dari Pak Haji sedang tertidur pulas, begitupun terdapat istrinya yang ada di salah satu kamar.

Baca juga: Melihat Peluang Anies Baswedan Terhadap Gerindra di Pilpres 2024, Ceruk ini Bikin Anies Kesulitan?

Ketua MUI Sampang, KH. Bukhori Mahsum mengatakan, bahwa kegiatan kali ini dalam bentuk konfirmasi sekaligus memastikan, mengingat sebelumnya terdapat kabar kediaman H. Tholib diduga menjadi tempat prostitusi.

"Kami khawatir bila nantinya benar terjadi, pasti akan meresahkan warga sekitar tapi setelah kami pastikan keberadaannya tidak benar," ujarnya.

KH. Bukhori Mahsum juga menanggapi adanya pemberitaan tentang MUI dan PCNU seakan membiarkan tempat postitusi tersebut kembali aktif dan itu tidak benar.

Menurutnya, dalam tugasnya, ulama memberikan tausiyah agar pihak yang bersangkutan tidak lagi mengulangi kesalahannya kembali.

"Sedangkan tugas Umara adalah eksekusi," tegasnya.

Sementara, Kasat Pol PP Sampang Suryanto menyampaikannya, sebenarnya pihaknya bersama pihak terkait sudah melakukan pengawasan setiap waktu tehadap kediaman H. Tholib.

"Sejak terbukti menyediakan tempat prostitusi beberapa tahun yang lalu, kami gencar melakukan pengawasan dan itu tidak diketahui oleh H. Tholib," terangnya.

Maka di kesempatan kali ini, sehubungan dengan kedatangan para Kiai, pihaknya berharap kepada H. Tholib benar-benar berhenti melakukan bisnis haramnya.

"Semoga hati H. Tholib tersentuh dan seterusnya meninggalkan bisnis prostitusinya," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved