Breaking News:

Berita Bangkalan

Selama 9 Bulan ke depan, Stok Padi di Bangkalan Aman, Dinas Pertanian Genjot Program Pipanisasi

Namun kondisi itu belum membuat Dinas Pertanian Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Bangkalan berpuas diri

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Samsul Arifin
TRIBUNMADURA.COM/AHMAD FAISOL
Pipanisasi Irigasi area persawahan menjadi program prioritas Dinas Pertanian Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Bangkalan untuk meningkatkan indek pertanaman sekaligus meningkatkan produksi padi 

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Persediaan padi untuk kebutuhan konsumsi di Kabupaten Bangkalan dipastikan aman hingga sembilan bulan ke depan. Itu setelah produksi padi di tahun 2021 mencapai 175 ribu ton dari 53 ribu hektar luas area panen. Sedangkan produksi jagung mencapai 38,7 ton dari 47 ribu hektar luas area panen.

Namun kondisi itu belum membuat Dinas Pertanian Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Bangkalan berpuas diri. Program Pipanisasi Irigasi tahun ini menjadi prioritas sebagai upaya peningkatan indek pertanaman padi.

Perencana Dinas Pertanian Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Bangkalan, CHK Karyadinata mengungkapkan, program prioritas Pipanisasi Irigasi merupakan perwujudan dari visi-misi Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron untuk mendukung ketersediaan air di kawasan-kawasan tanaman padi.

Perluasan pipanisasi irigasi dipandang perlu mengingat kebutuhan air menjadi lebih banyak ketika memasuki akhir musim penghujan atau masa akhir musim tanam kedua. Harapannya, dalam setahun bisa ditanam lebih dari satu kali.

Baca juga: Dilema Nelayan Bangkalan, Kucing-kucingan dengan Cuaca Ekstrem, BMKG Waspadai Gelombang Tinggi

“Kalau saat musim penghujan tidak masalah. Namun pada akhir masa tanam setelah musim penghujan yang bermasalah, ini yang akan kami genjot. Ketika indek pertanaman tinggi maka otomatis akan berpengaruh kepada peningkatan hasil produksi,” ungkap CHK kepada Surya, Kamis (6/1/2022).

Ia menambahkan, peningkatan produksi padi maupun jagung di Kabupaten Bangkalan tidak terlalu signifikan karena pihak Dinas Pertanian setempat lebih memfokuskan kepada peningkatan profit.

“Seperti penggunaan pupuk yang lebih teratur, berimbang, tidak berlebihan. Termasuk upaya-upaya pencegahan hama yang berdampak terhadap produktivitas,” pungkas CHK. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved