Berita Tulungagung

Tulungagung Masuk PPKM Level 1, Sejumlah Tempat Karaoke Besar Ajukan Asesmen Kembali Beroperasi

Tempat karaoke di Kabupaten Tulungagung telah mengajukan asesmen untuk kembali beroperasi.

stlmag.com/KEVIN A. ROBERTS
ilustrasi - Tempat karaoke di Tulungagung telah mengajukan asesmen kembali buka 

TRIBUNMADURA.COM, TULUNGAGUNG - Delapan tempat karaoke besar di Kabupaten Tulungagung telah mengajukan asesmen untuk kembali beroperasi.

Pengajuan asesmen tempat hiburan karaoke ini bagian dan pelonggaran kebijakan setelah Kabupaten Tulungagung berhasil mencapai indikator PPKM Level 1.

"Jumlahnya pasti akan terus berkembang, termasuk yang kecil-kecil," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Tulungagung, Bambang Ernawan, Jumat (7/1/2022).

Ia mengatakan, delapan usaha karaoke di Kabupaten Tulungagung itu telah memasukkan permohonan asesmen.

Mereka juga telah mengisi blanko asesmen yang disiapkan Disbudpar.

Pelaksanaan asesmen menunggu koordinasi Disbudpar dengan Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (STPPC) Kabupaten Tulungagung.

"Tinggal koordinasi, nanti yang turun ke lapangan melakukan asesmen adalah Dinas (Disbudpar) bersama Satgas," sambung Bambang.

Namun Bambang tidak berani memastikan, kapan karaoke ini akan mulai beroperasi kembali.

Sebab semuanya tergantung kecepatan proses asesmen dan lolos tidaknya asesmen.

Setiap tempat karaoke nantinya juga wajib menyediakan sarana dan prasarana protokol kesehatan.

"Salah satunya wajib menggunakan aplikasi peduli lindungi. Nanti akan kami bantu untuk mendapatkan QR Code Pedulilindungi," ujar Bambang.

Nantinya pengawasan akan dilakukan rutin ke setiap tempat hiburan malam.

Di antaranya kapasitas tempat maksimal 75 persen.

Pelanggaran ketentuan buka akan diserahkan ke Satpol PP maupun polisi yang bisa menindak.

"Mereka yang buka sebelum asesmen akan kami serahkan ke lembaga penegakkan," pungkas Bambang.

Para pengusaha karaoke di Tulungagung mengeluh karena hampir dua tahun berhenti beroperasi.

Mereka berharap diperlakukan seperti gedung bioskop yang bisa kembali beroperasi meski dengan pembatasan.

Akibat terlalu lama tidak beroperasi, banyak alat yang rusak.

Mereka juga masih terbebani biaya perawatan.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved