Berita Jawa Timur

Jumlah Pasar Rakyat di Jawa Timur Terbanyak se-Indonesia, Disperindag Perketat Pencegahan Omicron

Kepala Disperindag Jatim, Drajat Irawan menyatakan bahwa monitoring dan evaluasi terhadap penerapan protokol kesehatan telah dilakukan secara berkala.

TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Suasana Pasar Tradisional Kolpajung Pamekasan, Madura, Sabtu (17/10/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Disperindag Jatim menggelar rapat koordinasi pencegahan penyebaran Covid-19 secara virtual, Sabtu (8/12/2022).

Rakor tersebut turut dihadiri langsung oleh Kepala Disperindag Jatim, Drajat Irawan dan Kepala Dinkes Jatim, Erwin Astha Triyono sebagai narasumber.

Rapat Koordinasi ini juga diikuti oleh dinas perindustrian dan perdagangan di Kota/Kabupaten di Jawa Timur, serta asosiasi di Jawa Timur yaitu Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO), Asosiasi Pengelola Pusat Perbelanjaan (APPBI), Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKLI), dan Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia (ASPARINDO).

Dalam sambutannya, Drajat Irawan menyatakan bahwa monitoring dan evaluasi terhadap penerapan protokol kesehatan telah dilakukan secara berkala.

“Kami juga mengundang asosiasi dan pelaku usaha terkait di Jawa Timur untuk melakukan koordinasi mengenai penerapan protokol kesehatan di lingkungan perdagangan. Ini merupakan bentuk sinergi untuk memaksimalkan upaya pencegahan transmisi varian baru Covid-19, Omicron di Jawa Timur,” ungkap Drajat.

Ia menjelaskan, hingga saat ini, Jawa Timur telah memiliki 5.876 sarana perdagangan dengan dominasi pasar rakyat sejumlah 2.070 unit.

Bahkan jumlah pasar rakyat di Jawa Timur merupakan yang terbanyak di Indonesia dengan kontribusi sebesar 14,42%.

Selain pasar rakyat, sarana perdagangan lainnya meliputi pasar modern/mal/pusat perbelanjaan, minimarket, supermarket, departemen store, hypermarket, dan perkulakan.

Berdasarkan hasil monitoring evaluasi pembukaan pusat perbelanjaan di Jawa Timur hingga akhir Desember 2021 sendiri, rata-rata indikator penerapan upaya pencegahan penyebaran Covid-19 telah mencapai 95,84%.

Sementara itu, monitoring evaluasi pembukaan departemen store menunjukkan rata-rata indikator penerapan protokol kesehatan mencapai 65,95%.

Adapun menurut hasil evaluasi yang dilakukan, penggunaan transaksi pembayaran elektronik; penerapan fitur non-touch pada mesin pengambilan tiket; implementasi aplikasi Peduli Lindungi; pengaturan jaga jarak dan kapasitas orang di lift; pengaturan jaga jarak dan kapasitas orang di toilet; dan keberadaan Satgas Covid-19 Mandiri menjadi beberapa poin yang perlu dioptimalkan.

"Pemerintah Provinsi Jawa Timur menghimbau para pengelola sarana perdagangan serta pelaku usaha di Jawa Timur untuk tetap waspada dan memperketat pelaksanaan protokol kesehatan dengan menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, mencegah dan menjauhi kerumunan, serta mendorong percepatan vaksinasi," jelasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved