Breaking News:

Berita Bangkalan

Perluas Penggunaan Aplikasi PeduliLindungi di Zona Layanan Publik, Kunci Bangkalan Genjot Vaksinasi

total capaian vaksinasi dosis pertama sejumlah 381.394 atau di angka 46,22 persen dari total 825.180 target sasaran

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Samsul Arifin
TribunMadura.com/Ahmad Faisol
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan, Sudiyo menerima penyerahan Ambulans PSC 119 dari Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron di halaman kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan, Selasa (30/11/2021). 

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Perluasan titik-titik gelaran vaksinasi, mengajak masyarakat secara door to door agar bersedia bervaksin, hingga penggunaan aplikasi PeduliLindungi di kawasan layanan publik telah diupayakan TNI/Polri dan Pemkab Bangkalan dengan harapan mampu meningkatkan capaian target sasaran vaksinasi hingga di angka 70 persen.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangkalan, Sudiyo mengungkapkan, sebagian besar permasalahan di lapangan adalah cara pandang masyarakat di pedesaan yang merasa tidak memerlukan vaksin karena tidak beraktivitas seperti masyarakat di perkotaan.

“Itu yang membuat langkah kami berat. Masyarakat petani merasa tidak butuh divaksin, mereka bilang tidak pergi ke mana-mana, tidak juga pergi ke mall,” ungkap Sudiyo kepada Surya, Minggu (9/1/2022).

Update Dashboard Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) per 2 Januari 2022 yang dihimpun Surya melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan menyebutkan, total capaian vaksinasi dosis pertama sejumlah 381.394 atau di angka 46,22 persen dari total 825.180 target sasaran. Sedangkan capaian dosis kedua sejumlah 257.214 atau 31,17 persen.

Baca juga: Tiga Pilar Penanganan Covid Bangkalan Gelar Vaksinasi Serentak Berhadiah Motor, Ini Tujuannya

Update capaian harian vaksinasi dosis pertama dan kedua masyarakat umum hingga 2 Januari 2022 tercatat sejumlah 1.854 dengan rincian; 1.557 dosis pertama dan 297 dosis kedua. Kelompok lanjut usia (lansia) mencapai 1.239 dengan rincian; 1.223 dosis pertama dan 16 dosis kedua. Sedangkan kelompok remaja mencapai 157 dengan rincian; 118 dosis pertama dan 33 dosis kedua.

Lambatnya laju capaian vaksinasi otomatis membuat stok vaksin di Kabupaten Bangkalan masih melimpah. Hingga hari ini, rincian sisa stok vaksin kabupaten sejumlah 82.373 dosis meliputi 75.409 dosis Sinovac, 3.006 dosis Moderna, 3.774 dosis Pfizer, 170 dosis Aztrazeneca, dan 14 dosis Sinopharm.

Sudiyo menjelaskan, capaian vaksinasi untuk masyarakat di kota telah menyentuh angka 79 persen. Sedangkan untuk lokus vaksinasi di pedesaan seperti di Kecamatan Konang, Galis, Sepulu, Tanjung Bumi, dan Kokop masih rendah. Sedangkan untuk Kecamatan Geger capaian vaksinasi sudah mulai merangkak naik.

“Kemarin dalam rakor (rapat koordinasi), salah satu upaya kami yakni dengan memperbanyak barcode PeduliLindungi di wilayah-wilayah layanan public. Seperti di Mall, layanan perizinan, dan tempat-tempat pelayanan umum. Kami kami sudah men-design tinggal implementasinya,” pungkas Sudiyo.   

Sebelumnya, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangkalan menggelar Rapat Koordinasi di Pendapa Agung, Jumat (7/1/2022). Salah satu yang menjadi fokus pembahasan yakni kondisi terkini terkait capaian sasaran vaksinasi yang masih berada di angka 46,53 persen.

Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron (Ra Latif) selaku Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangkalan bertekad untuk kembali menggerakkan antusias masyarakat untuk bervaksin. Hal itu dilakukan dengan mengoptimalkan kembali kinerja satgas di tingkat desa dan kecamatan.

Selain itu, Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangkalan mewajibkan mewajibkan setiap tempat-tempat layanan publik memasang dan menyediakan aplikasi PeduliLindungi dengan tujuan mempermudah pemerintah daerah melakukan tracing dan tracking mobilitas warga.

Petugas Satpol PP bersama beberapa instansi terkait, lanjut Ra Latif, akan melakukan pengecekan apakah di setiap tempat-tempat publik sudah terpasang aplikasi PeduliLindungi.

“Fungsi satgas di kecamatan, desa, dan kelurahan memperketat untuk mencegah varian Omicron, karena di Jawa Timur sudah terdeteksi,” pungas Ra Latif.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved