Breaking News:

Berita Surabaya

PTM Serentak di Surabaya, Suasana Bahagia Campur Haru Guru Bertemu Murid TK & PAUD Ini

Mereka akhirnya bisa ketemu langsung setelah sekian lama mengikuti pembelajaran daring

Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Samsul Arifin
TRIBUNMADURA.COM/FEBRIANTO RAMADANI
Hari Pertama Pembelajaran TK dan PAUD Negeri Bahari, Tandes, Surabaya, Senin (10/1/2021). 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Hari pertama Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di KB - TK Negeri Bahari, Tandes, Surabaya, Senin (10/1/2021), diwarnai rasa bahagia campur haru bagi siswa siswi maupun para guru.

Mereka akhirnya bisa ketemu langsung setelah sekian lama mengikuti pembelajaran daring. Tidak ada perasaan canggung yang terlihat dari sejumlah murid. Justru sebaliknya, para peserta didik begitu semangat melahap materi dasar dari guru.

Sebelum memasuki ruangan, siswa yang didampingi wali murid terlebih dahulu merapikan barang bawaannya. Seperti tas, buku, peralatan menulis, hingga masker tak luput dari perhatian orang tua. Namun, ada juga yang sengaja membawa bekal makanan dari rumah.

Guru TK B Negeri Bahari Surabaya, Susi Tri Rahayu, mengatakan, pihaknya melaksanakan PTM mulai dari jam 8 sampai jam 9 pagi. Durasi yang diterapkan lebih pendek.

Baca juga: Demi Persiapan PTM 2022, Gubernur Khofifah Minta Wali Murid Dukung dan Izinkan Vaksinasi Anak

"Untuk siswa kelompok bermain ada 4 siswa. Untuk TK A ada 4 siswa, TK B ada 7 siswa. Tidak ada sesi satu atau dua, jadi hari ini kami masukkan pagi semua," ujarnya.

Pelajaran pertama, lanjut Susi, yang dikenalkan sama ketika hari pertama masuk sekolah. Kemudian ada tugas juga diberikan untuk siswa.

"Kami sangat senang ketemu langsung dengan murid. Begitu juga sebaliknya, karena mungkin para murid di rumah jenuh dengan pembelajaran daring," ucap Susi.

Susi berharap, semoga pandemi Covid 19 lebih melandai lagi. Tidak ada lagi cerita kenaikan kasus. Tetap menjaga protokol kesehatan dan bersama sama memerangi virus tersebut.

"Semoga durasi pembelajaran tatap muka semakin ditambah. Kami para guru tidak ingin ada klaster atau pandemi lagi," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved