Breaking News:

Berita Bangkalan

Dinas Pendidikan Bangkalan Mulai Lirik Sistem Pembelajaran Jenjang SMP Berbasis Boarding School

Dalam menerapkan konsep boarding school harus didukung dengan tenaga-tenaga pengajar pilihan, pihaknya bekerjasama dengan pihak UINSA

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Ahmad Faisol
Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan bersama Universitas Negeri Sunan Ampel Surabaya (UNISA) menggelar Seminar ‘Hasil Kajian dan Desain Tata Kelola SMP Berbasis Boarding School dan Bunga Ngajih atau Bupati Ngajeg Ngajih (Bupati Mengajak Ngaji) di Aula Diponegoro Pemkab Bangkalan, Senin (10/1/2022). 

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Kegiatan belajar mengajar dengan berbasis Boarding School atau bersekolah sambil tinggal di asrama mulai dilirik Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan. Salah satu lembaga Sekolah Menengah Pertama (SMP) di kawasan kota akan menjadi pilot project dalam program pembentukan karakter siswa tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan, Bambang Budi Mustika mengungkapkan, dalam pelaksanaan pembelajaran boarding school siswa-siswi tidak dibebankan biaya. Hanya saja wajib mempersiapkan kebutuhan sehari-hari secara mandiri seperti pakaian dan makan.

“Siswa siapkan kebutuhan makan, tempat tidur tidak perlu bayar kami fasilitasi secara gratis. Nantinya kami akan memperluas pelaksanaan boarding school di wilayah kawedanan setelah uji coba sukses di salah satu SMP,” ungkap Bambang, Selasa (11/1/2022).

Sehari sebelumnya, Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan bersama Universitas Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) menggelar Seminar ‘Hasil Kajian dan Desain Tata Kelola SMP Berbasis Boarding School dan Bunga Ngajih atau Bupati Ngajeg Ngajih (Bupati Mengajak Ngaji) di Aula Diponegoro Pemkab Bangkalan, Senin (10/1/2022).

“Persiapan menerapkan boarding school sudah cukup matang. Namun kami harus melakukan perbaikan fasilitas sehubungan ada sejumlah sekolah yang perlu diperbaiki, termasuk menyiapkan SDM guru pengajar,” jelas Bambang.

Ia menambahkan, pihaknya bekerjasama dengan pihak UINSA dalam upaya menyiapkan SDM guru melalui serangkaian uji kompetensi karena dalam menerapkan konsep boarding school harus didukung dengan tenaga-tenaga pengajar pilihan., pihaknya bekerjasama dengan pihak UINSA dalam upaya menyiapkan SDM guru melalui serangkaian uji kompetensi karena dalam menerapkan konsep boarding school harus didukung dengan tenaga-tenaga pengajar pilihan.

“Seperti halnya di pondok pesantren, pembelajaran dilakukan hingga 24 jam di asrama. Kami akan uji coba terlebih dulu kepada 64 siswa untuk kebutuhan satu atau dua kelas. Ilmu agama juga diterima siswa sebagai upaya pembentukan karakter,” pungkas Bambang.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved