Breaking News:

Berita Sumenep

Polisi Peringati Massa Aksi Demo yang Sempat Tarik Kawat Berduri di Kantor Dinas Pendidikan Sumenep

Aktivis Mahasiswa itu menyerukan tuntutan yang dikomandoi oleh orator dari atas mobil Pikap yang hadir di tengah massa aksi.

Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Ali Hafidz Syahbana
Aktivis PMII STKIP PGRI Sumenep tarik kawat berduri dalam unjuk rasa di depan kantor Disdik Sumenep., Selasa (11/2/2022). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Aksi unjuk rasa pertanyakan komitmen Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep yang baru, Agus Dwi Saputra digelar oleh aktivis PMII STKIP PGRI Sumenep pada hari Selasa (11/1/2022).

Berdasarkan pantauan TribunMadura.com pukul 10.00 WIB semula aksi unjuk rasa itu berlangsung damai menyampaikan aspirasi, semua massa aksi berdiri berjejer rapi dalam lingkaran tali rafia.

Aktivis Mahasiswa itu menyerukan tuntutan yang dikomandoi oleh orator dari atas mobil Pikap yang hadir di tengah massa aksi.

Namun, tak lama kemudian setelah Kadisdik Sumenep yang baru tiba dan bermaksud menemui pendemo itu tiba-tiba berujung memanas.

Pasalnya, kawat berduri dinilai jadi penghalang antara massa aksi dengan Agus Dwi Saputra.

"Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep yang baru itu sudah datang menemui kita. Namun, tinggal satu kami meminta pindahkan kawat berduri tersebut atau kami yang akan memindahkannya," Kata Korlap Massa Mahasiswa, Nur Hayat.

Massa aksi terus berteriak dan langsung menarik kawat berduri yang sebelumnya dibentangkan polisi di depan pintu masuk Disdik Sumenep.

"Revolusi," kata Nur Hayat, korlap aksi dengan mengulang-ulangnya pada massa Mahasiswa tersebut.

Polisi yang melihat kondisi itu dari dalam, langsung mengingatkan massa melalui pengeras suara. Massa diminta untuk tetap tenang dalam menyampai aspirasi dan diingatkan unuk tidak anarkis.

"Silahkan sampaikan aspirasi kalian dan kami imbau jangan anarkis," kata polisi dengan menggunakan pengeras suara.

Terlihat jelas bahwa kawat berduri itu sudah putus karena ditarik massa aksi ke- arah selatan jalan.

Hal itu terjadi, karena dianggap ada pembatas saat ditemui Kadisdik Sumenep yang baru, Agus Dwi Saputra.

Terpisah, Kasubbag Humas Polres Sumenep AKP Widiarti Sutioningtyas membenarkan unjuk rasa itu dan mengakui bahwa pihaknya sudah menerjunkan 250 personil pengamanan.

"Pam Unras Aliansi PMII STKIP itu, kami terjunkan Polri 250 personel, TNI 7 peronel dan Satpol PP," kata AKP Widiarti Sutioningtyas.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved