Breaking News:

Berita Surabaya

Penetapan Tersangka Penendang Sesajen dianggap Prematur, Pengacara Sebut tak Prosedural

Penetapan status tersangka terhadap kliennya itu, dianggap prematur. Karena tidak didahului serangkaian tahapan pemeriksaan terduga pelaku

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Samsul Arifin
TRIBUNMADURA.COM/LUHUR PAMBUDI
Moh Habib Al Qutbhi pengacara Hadfana Firdaus (34) saat ditemui awak media di Surabaya 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Moh Habib Al Qutbhi pengacara Hadfana Firdaus (34) tersangka penendang sesajen di lokasi terdampak erupsi Gunung Semeru, yang viral di medsos beberapa waktu lalu, keberatan dengan penetapan status tersangka terhadap kliennya. 

Penetapan status tersangka terhadap kliennya itu, dianggap prematur. Karena tidak didahului serangkaian tahapan pemeriksaan terduga pelaku, secara prosedural. 

Seperti melayangkan surat pemanggilan untuk agenda pemeriksaan sebagai saksi atas dugaan kasus tersebut. 

Apalagi permintaan secara tertulis untuk melakukan klarifikasi secara terbuka kepada masyarakat di Mapolda Jatim. 

"Karena, tidak ada pemanggilan. Tidak ada pemberian klarifikasi, apabila dilakukan pemanggilan oleh polda pada HF, InsyaAllah HF akan datang," ujarnya saat ditemui awak media di Surabaya, Jumat (14/1/2022). 

Kliennya itu, lanjut Qutbhi, merupakan warga negara Indonesia yang baik dan mematuhi prosedur hukum. 

Baca juga: Ditetapkan sebagai Tersangka, Penendang Sesajen di Semeru Dijerat Pasal Berlapis, Ini Kata Polisi

Lagi pula, belum tentu kliennya itu, mangkir atau menghindari proses pemanggilan tersebut. 

Karena, Qutbhi sangat meyakini, kliennya sangat kooperatif dalam upaya penuntasan masalah yang menyangkut dirinya atas video viral tersebut. 

"Dia tidak melarikan diri. Dia bukan orang kriminal. Sepengetahuan saya yang mengenal HF dan seperti itu. Dia bukan berbuat kriminal. Dia seorang Ustad, seperti itu, yang memberikan kajian dan sebagainya," jelasnya. 

Selain itu, Qutbhi juga menyayangkan, adanya tindakan menangkap paska terhadap kliennya itu, di kawasan Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). 

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved