Berita Madiun

Miliki Nilai Sejarah Tinggi, Tiga Monumen Alutsista diresmikan KSAL Laksmana TNI Yudo Margono

Alutsista pertama yaitu Monumen Pesawat Nomad N-24 P-843 dan Ranjau Tanduk yang berlokasi di Taman Kota Caruban Asti

TRIBUNMADURA.COM/SOFYAN ARIF CANDRA
Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono, meresmikan Tiga Monumen Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) bersejarah milik TNI AL di Taman Kota Caruban Asti, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, Minggu (16/1/2022). 

TRIBUNMADURA.COM, MADIUN - Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono, meresmikan tiga monumen Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) bersejarah milik TNI AL di Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, Minggu (16/1/2022).

Alutsista pertama yaitu Monumen Pesawat Nomad N-24 P-843 dan Ranjau Tanduk yang berlokasi di Taman Kota Caruban Asti.

Lalu Tank Amfibi PT-76 Korps Marinir TNI AL, serta Meriam M-30 Howitzer 122 MM di Exit Tol Dumpil, Desa Bagi, Kecamatan Madiun.

Yudo mengatakan ketiga Alutsista yang kini menghiasi Kabupaten Madiun tersebut mempunyai nilai sejarah yang tinggi.

"Alutsista ini telah digunakan pada berbagai operasi maupun latihan yang dilaksanakan oleh TNI AL dalam menegakkan Kedaulatan NKRI," kata Yudo, ditemui di Taman Kota Caruban Asti, Minggu (16/1/2022).

"Bukan hanya itu, alutsista ini juga digunakan pada operasi-operasi perjuangan yang tercatat dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia," lanjutnya.

Baca juga: Kapolres Madiun Kini Dijabat AKBP Anton Prasetyo, Gantikan AKBP Jury Leonard Siahaan

Yudo yang merupakan putra asli Kabupaten Madiun menjelaskan Pesawat Patroli Maritim Nomad N-24 merupakan unsur yang digunakan sebagai kepanjangan mata dan telinga dari KRI TNI AL dalam operasi dan berbagai latihan.

Pesawat dari jajaran Puspenerbal ini merupakan pesawat buatan Australia tahun 1984, memiliki panjang 14,34 meter, dengan lebar 16,53 meter, dan telah menyelesaikan masa baktinya di TNI AL pada tahun 2012.

Sedangkan Tank Amfibi PT-76 merupakan kendaraan lapis baja buatan Uni Sovyet tahun 1951 dan masuk jajaran TNI AL pada tahun 1964. 

"Tank Amfibi ini telah digunakan Korps Marinir TNI AL pada berbagai operasi mulai dari operasi Dwikora di Kalimantan tahun 1964-1965, Operasi Seroja di Timor Timur tahun 1975-1979, hingga Operasi Pemulihan Kemanan di Aceh tahun 2002 hingga 2005," jelas Yudo.

Lalu Meriam M-30 Howitzer merupakan Meriam buatan Uni Sovyet tahun 1939, memiliki kaliber 122mm senjata ini mampu memukul lawan hingga jarak 11,8 Km. 

Senjata Artileri Medan yang juga digunakan oleh Korps Marinir TNI AL sejak 1961 ini, juga telah melewati berbagai operasi seperti Trikora, Dwikora dan Operasi Seroja.

"Dengan adanya monumen Alutsista TNI AL ini bisa menambah keindahan wilayah Kabupaten Madiun, serta bisa menanamkan nilai patriotisme dan nasionalisme, serta heroisme perjuangan para prajurit TNI AL pada masyarakat khususnya bagi generasi muda," pungkas Yudo.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved