Fakta-fakta Kampung Miliarder Tuban yang Kini Jatuh Miskin, Sedikit yang Dibuat Usaha

Sebelumnya, desa-desa tersebut menjelma menjadi kampung miliarder lantaran ketiban durian runtuh dari PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia

Editor: Samsul Arifin
Istimewa dan TribunMadura.com/Mohammad Sudarsono
(kiri) Deretan mobil milik warga kampung miliarder di Tuban yang dibeli tahun lalu dan (kanan) pria yang dulu buruh tani kini hidupnya terkatung-katung karena tak ada lahan 

TRIBUNMADURA.COM - Ada beberapa fakta dibalik anjloknya kampung miliarder di Tuban. Nasib pilu dialami warga Desa Wadung, Mentoso, Rawasan, Sumurgeneng, Beji dan Kaliuntu, Kecamatan Jenu tersebut. 

Sebelumnya, desa-desa tersebut menjelma menjadi kampung miliarder lantaran ketiban durian runtuh dari PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PT PRPP). 

Mereka mendapatkan uang ganti penjualan tanah senilai miliaran rupiah. Namun, kini keadaan berbalik.

Berikut fakta-fakta dari anjloknya kampung miliarder

Baca juga: Para Kades Kampung Miliarder tak Yakin jika Banyak Warganya Jatuh Miskin, Masih Banyak Aset di Luar

- Sempat Menolak keberadaan Perusahaan

Kilang minyak di Kecamatan Jenu, Tuban tersebut merupakan proyek gabungan antara Pertamina dan Rosneft, perusahaan minyak dan gas asal Rusia.

Perusahaan gabungan itu dinamai PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia. Dilansir dari Kompas.com, Berdasarkan kepemilikannya, Pertamina memiliki saham mayoritas dengan 55 persen, sisanya ialah saham Rosneft Proyek bernilai Rp 211,9 triliun itu ditargetkan bisa beroperasi pada 2026. Rupanya, proyek kilang minyak ini sempat mendapat pertentangan.

Penolakan pernah dilakukan warga pada tahun 2019 karena mereka merasa harga pembebasan lahan belum cocok. Pertamina akhirnya menempuh upaya konsinyasi melalui Pengadilan Negeri (PN) Tuban untuk mendapatkan lahan yang tersisa pada November 2020 lalu.

Dari 70 KK itu, sekitar 50 KK awalnya menolak keras menjual tanah untuk pembangunan kilang minyak new grass root refinery (NGRR). Setelah menemukan kecocokan, kini tanah mereka dibeli dengan harga bervariasi dan bernilai miliaran. Bahkan ada yang mendapatkan uang di atas Rp 20 miliar.

- Jatuh Miskin

Kakek Musanam misalnya. Warga Desa Wadung itu mengaku menyesal telah menjual tanah dan rumahnya ke PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PT PRPP).

Kini kakek yang berusia 60 tahun itu sudah tidak lagi memiliki penghasilan tetap, sebagaimana setiap masa panen.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, ia terpaksa harus menjual sapi ternaknya.

"Sudah tak jual tiga ekor untuk makan dan kini tersisa tiga," ujarnya di sela-sela aksi demo warga kampung miliarder, Senin (24/1/2022).

Halaman
1234
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved