Berita Pamekasan

Satreskrim Polres Pamekasan Buru DPO Pelaku Persetubuhan Anak di Bawah Umur: Tak Ada Intervensi

Terduga pelaku persetubuhan anak di bawah umur tersebut telah naik status menjadi tersangka dan ditetapkan sebagai DPO.

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Kuswanto Ferdian
Kasatreskrim Polres Pamekasan, AKP Tomy Prambana saat menyampaikan perihal proses penangan kasus persetubuhan anak di bawah di Kantor Humas Polres Pamekasan, Madura, Kamis (27/1/2022). 

Apalagi, pelaku sudah ditetapkan sebagai DPO.

Ia berjanji tidak akan diam, dan akan melakukan tindak lanjut terhadap kasus ini sampai tuntas.

Pihaknya meminta rekan media agar memahami perihal tugas Satreskrim ketika beraksi di lapangan.

Sebab kata dia, dalam hal penyidikan dan penyelidikan kasus apa pun, ada informasi yang memang tidak semuanya bisa dibagikan ke media.

"Kami tidak mungkin memberitahu semua apa yang kami lakukan di lapangan saat hendak menangkap pelaku, karena ada strategi khusus untuk menangkap pelaku yang tidak boleh dipublikasikan ke media," paparnya.

Lebih lanjut, Kasatreskrim lulusan S2 dengan predikat Cumlaude UI Jakarta ini memohon doa kepada masyarakat Pamekasan dan dukungan terhadap rekan media supaya bisa mengungkap dan menyelesaikan kasus persetubuhan anak di bawah umur tersebut.

Pihaknya memastikan tidak akan pelit informasi dan akan selalu terbuka terhadap informasi apa pun yang berkaitan dengan penanganan kasus.

"Semoga kami bisa melaksanakan tugas ini dengan presisi," harapnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved