Berita Malang
Respons MUI Kota Malang soal Klaim Temuan YKMI Vaksin Haram, KH Baidowi Muslich: Harus Ada Dasarnya
YKMI mengklaim ada jenis vaksin haram yang digunakan sebagai booster atau vaksinasi ketiga.
Penulis: Mohammad Rifky Edgar | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menanggapi klaim massa dari Yayasan Konsumen Muslim Indonesia (YKMI) terkait vaksin haram.
YKMI mengklaim pihaknya menemukan jika ada jenis vaksin haram yang digunakan sebagai booster atau vaksinasi ketiga.
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Kota Malang, KH Baidowi Muslich mengatakan, MUI di daerah belum menerima informasi dari MUI pusat mengenai jenis vaksin haram.
KH Baidowi Muslich menuturkan, sejak awal adanya vaksin, MUI bersama LPPOM telah melakukan penelitia bahwa jenis vaksin yang digunakan aman dan halal.
"Waktu awal dulu vaksin ini tidak masalah. Misalkan saat ini berkembang vaksin yang mengandung babi, mestinya MUI mengadakan penilitian lagi. Tetapi kami belum mendapatkan informasi dari pusat," kata dia, Jumat (28/1/2022).
Baca juga: YKMI di Kota Malang Klaim Temukan Jenis Vaksin Booster Haram, Tuntut Pemerintah Lakukan Hal ini
Baidowi juga mempertanyakan dasar penilitian yang telah dilakukan oleh YKMI, ada jenis vaksin booster yang mengandung babi.
Dia tidak ingin, ada pihak yang menghambat program pemerintah terkait dengan vaksinasi ini.
Mengingat, vaksinasi ini dilakukan, guna meningkatkan kekebalan tubuh manusia dari virus corona.
"Kalau yang mengatakan itu mengandung babi dan haram, Kalau bukan dari MUI, kami tanyakan dasarnya apa," ucap dia.
"Jangan sampai program dari pemerintah terhambat dari pendapat itu. Pendapat itu boleh, tapi harus ada dasarnya," katanya.
Baidowi pun berharap, agar nantinya ada langkah dari pusat untuk menindaklanjuti adanya jenis vaksin yang mengandung Babi tersebut.
Agar nantinya, ada sebuah kepastian bagi masyarakat, sebelum vaksinasi booster dijalankan secara masif oleh pemerintah.
"Sebenarnya kami ini harus menghindari hoaks. Jangan sampai ada yang menghalangi program pemerintah yang baik, agar pandemi segera berlalu,"
"Namun, kejadian ini juga ada hikmahnya bagi ulama agar melakukan penelitian lagi. Harapan kami MUI pusat segera mengadakan penelitian lagi," tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/aksi-damai-tolak-vaksin-haram-di-depan-balai-kota-malang.jpg)