Berita Surabaya

Gelaran Akbar MotoGP di Sirkuit Mandalika, Dipastikan Menggunakan Sistem Bubble, Antisipasi Covid-19

Mantan Penanggung Jawab RSLI tersebut menambahkan, sistem bubble akan memisahkan seseorang yang memiliki risiko terpapar Covid-19

Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Samsul Arifin
TRIBUNMADURA.COM/FEBRIANTO RAMADANI
Medical Operasional Lapangan Sistem Bubble Motogp Mandalika, Laksamana TNI (Purn) dr I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara, Sabtu Sore (29/1/2022). 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Gelaran MotoGP yang berlangsung di Mandalika 2022 bakal menerapkan protokol kesehatan yang ketat, guna mencegah lonjakan kasus penularan Covid 19. Kebijakan itu disebut sebagai Travel Bubble.

Medical Operasional Lapangan Sistem Bubble Motogp Mandalika, Laksamana TNI (Purn) dr I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara, mengatakan, Travel Bubble juga dikenal sebagai Koridor Perjalanan dan Koridor Korona. 

"Pada dasarnya adalah kemitraan eksklusif antara dua negara atau lebih yang telah menunjukkan keberhasilan cukup besar, dalam menahan dan memerangi pandemi Covid 19 di perbatasan masing-masing," ujarnya, dalam jumpa pers, Sabtu sore (29/1/2022).

Mantan Penanggung Jawab RSLI tersebut menambahkan, sistem bubble akan memisahkan seseorang yang memiliki risiko terpapar Covid-19, baik dari riwayat kontak atau bepergian ke wilayah yang telah terjadi transmisi komunitas.

"Didalam sistem bubble maka seluruh aktivitas selama kegiatan harus sesuai dengan rencana kegiatan. Seluruh peserta dilarang untuk melaksanakan aktivitas lain diluar dari rencana kegiatan yang ditetapkan," tuturnya.

Baca juga: Sambut MotoGP Mandalika 2022, 90 Persen Properti Milik OYO di Lombok Sudah Dipesan Hingga Maret 2022

Panitia pelaksana, lanjut Nalendra, bertanggung jawab dalam penyediaan akomodasi, transportasi dan selama kegiatan latihan dan pertandingan. Hukuman spesifik terhadap pelanggaran protokol kesehatan akan dijatuhkan sesuai aturan panitia. 

"Para peserta yang tidak lagi bertanding dapat meninggalkan area bubble setelah melaksanakan tes PCR. Bagi mereka yang telah meninggalkan bubble tidak diperbolehkan masuk kembali ke area bubble. Peserta hanya boleh beraktivitas di dalam hotel, tempat latihan dan pertandingan yang disiapkan panitia," jelasnya.

Dirinya juga menerangkan, sebelum kedatangan mereka harus sudah vaksin dosis lengkap minimal 14 hari sebelum keberangkatan da  terverifikasi di website Kemenkes atau e-Hac. Hasil tes RT-PCR negatif 3x24 jam sebelum keberangkatan, menggunakan Aplikasi Peduli Lindungi. 

"Diperlukan juga visa kunjungan wisata, asuransi kesehatan yang menanggung pengobatan Covid-19 dan memiliki bukti booking dan pembayaran paket wisata travel bubble," bebernya.

"Pada saat kedatangan dilaksanakan tes ulang PCR di bandara/pelabuhan. Apabila hasil tes ulang positif, wisatawan terkonfirmasi ditindaklanjuti untuk isolasi. Apabila hasil tes ulang negatif, wisatawan melanjutkan perjalanan, dimana wisatawan diorganisir ke dalam kelompok bubblenya," imbuhnya. 

Kemudian, kata Nalendra, pengambilan bagasi dan desinfeksi bagasi dilanjutkan dengan penjemputan dan pengantaran ke lokasi tujuan wisata.

Selama wisata maka peserta bubble hanya berinteraksi dengan bubble-nya dan hanya melakukan kegiatan di zona yang telah ditentukan. 

"Dilaksanakan testing rutin peserta dan tetap melaksanakan prokes 3M. Bila ada kasus positif pada saat proses tracing dan treatment maka dilaksanakan penanganan sesuai prosedur. Scan aplikasi Peduli Lindungi juga dilakukan secara berkala. Kepulangan peserta akan mengikuti prokes Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) yang berlaku di negara tujuan kepulangan," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved