Berita Surabaya

Laporan Kasus Dugaan Penganiayaan Guru di Surabaya Dicabut, Sang Guru Berterimakasih

Berhentinya penyidikan, setelah orang tua korban bernama Ali, mendatangi Polrestabes Surabaya didamping oleh Wakil Ketua DPRD Surabaya

Penulis: Firman Rachmanudin | Editor: Samsul Arifin
ISTIMEWA/TRIBUNMADURA.COM
Polisi menghentikan proses penyidikan terhadap oknum guru di Surabaya yang aniaya muridnya, usai orang tua korban cabut laporan. 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Setelah sempat menyandang status sebagai tersangka, Joko Soehanto, oknum guru SMPN 49 Surabaya yang aniaya siswanya kini bisa bernapas lega.

Pasalnya, penyidikan terhadap kasus yang membelitnya itu kini telah dihentikan polisi. 

Berhentinya penyidikan, setelah orang tua korban bernama Ali, mendatangi Polrestabes Surabaya didamping oleh Wakil Ketua DPRD Surabaya Reni Astuti guna mencabut laporan tersebut. 

Keduanya sepakat berdamai satu sama lain.

Usia mencabut laporan orang tua korban dan oknum guru tersebut diterima langsung oleh Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan, Jumat (4/2/2022) siang.

Orang tua korban Ali mengatakan, sebelum melakukan pencabutan laporan ini pihaknya sudah bermusyawarah kepada keluarga dan meminta petunjuk Allah.

Ali pun tak segan memaafkan dan mengikhlaskan apa yang telah terjadi kepada anaknya.

Baca juga: Buntut Kasus Guru Aniaya Murid, PCNU Kota Surabaya Desak Dispendik Tingkatkan Kompetensi Guru

"Saya juga ingin memberi contoh pada anak saya. Memaafkan dan mengikhlaskan adalah nilai luhur bangsa Indonesia," katanya di Polrestabes Surabaya.

Ali menambahkan, ia berterima kasih pada Walikota Surabaya, Kapolrestabes Surabaya, dan pada Wakil Ketua DPRD Surabaya yang selama ini sudah memperhatikan kasus ini dan menanganinya dengan cepat. 

"Saya lakukan ini demi pendidikan Indonesia. Pak Joko ini orang tua anak saya di sekolah dan berarti orang tua saya juga. Saya wajib menjaga orang tua saya," katanya.

Sementara itu, Joko mengucapkan terima kasih pada orang tua korban yang sudah mencabut laporannya. 

Ia berjanji ini akan menjadi pelajaran berharga baginya apalagi sempat ditetapkan sebagai tersangka. 

Ia berikrar akan menjadi guru yang lebih baik lagi ke depannya. 

Joko juga mengucapkan terima kasih pada Kapolrestabes Surabaya dan Satreskrim karena diperlakukan dengan baik selama ditetapkan sebagai tersangka. 

"Saya terima kasih pada Walikota Surabaya, Kapolrestabes Surabaya, kepala Dinas Pendidikan dan Bu Anggota Dewan," katanya. 

Seperti diberitakan sebelumnya, Joko ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka karena dugaan penganiaayn terhadap muridnya sendiri.

Penganiayaan ini bahkan sempat viral di media sosial, karena saat penganiayaan ada salah satu teman korban yang merekamnya. 

Orang tua korban melaporkan kejadian ini ke Polrestabes Surabaya hingga kasus tersebut diproses oleh kepolisian.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved