Kecelakaan Lalu Lintas

Alami Kerusakan di tengah Jalan, Kereta Kelinci di Madiun Terjun ke Sungai, 2 Orang Meninggal Dunia

Dari hasil pemeriksaan, kecelakaan tersebut disebabkan karena sopir Odong-odong yaitu Nur Rohim (37) tidak bisa mengendalikan kereta kelinci tersebut

ISTIMEWA/TRIBUNMADURA.COM
Kereta Kelinci Terjun ke Saluran di Desa Joho Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun 

TRIBUNMADURA.COM, MADIUN - Korban meninggal dunia kecelakaan kereta kelinci di Desa Joho, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun bertambah.

Setelah sebelumnya salah satu penumpang yaitu Nyamir (50) tewas di lokasi kejadian, kali ini seorang anak AKZ (7) yang juga seorang penumpang kereta kelinci maut tersebut juga meninggal dunia.

"Meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan di RSUD Dr Soedono Madiun," kata Kanit Gakkum Satlantas Polres Madiun Ipda Nanang Setiawan, Minggu (6/2/2022).

Dari hasil pemeriksaan, kecelakaan tersebut disebabkan karena sopir Odong-odong yaitu Nur Rohim (37) tidak bisa mengendalikan kereta kelinci tersebut.

Kereta Kelinci yang merupakan modifikasi dari kendaraan Minibus Chevrolet NoPol AD 8659 BV tersebut diduga mengalami rusak kemudi di tengah jalan.

"Sesampainya di TKP jalan menikung pada saat menikung arah kemudi tidak bisa dikendalikan. Sehingga langsung terperosok ke sungai/parit," lanjutnya.

Baca juga: Kecelakaan Maut di Jalan Tol Madiun, Sopir Pikap Meninggal, Bermula dari Memacu Kecepatan Tinggi

Nanang juga memastikan arus lalu lintas saat itu sepi, selain itu ruas jalan yang dilewati juga halus.

Petugas kepolisian sendiri telah melakukan evakuasi kepada kereta kelinci tersebut dengan mendatangkan alat berat untuk menarik dari parit sedalam 5 meter dari bahu jalan.

Sebelumnya diberitakan Sebuah kereta kelinci atau odong-odong terguling di Dusun Mranggen, Desa Joho, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Minggu (6/2/2022).

Dari pantauan TribunJatim.com, kereta kelinci tersebut jatuh terperosok ke saluran air di area persawahan.

Kereta tersebut oleng ke kiri sehingga terjun ke saluran air setinggi 3 meter tepat sebelum Jembatan Gasiran.

Kapolsek Dagangan, Iptu Dwi Heru mengatakan insiden tersebut terjadi pada pukul 9.30 WIB.

"Ada kereta kelinci yang masuk ke dalam area persawahan. Korban MD (meninggal dunia) ada 1 dari jumlah semua penumpang lebih kurang 40 orang," ucap Dwi ditemui di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Kondisi kereta kelinci sendiri saat itu sedang penuh penumpang. Dari 40 penumpang tersebut 25 diantaranya anak-anak.

"Kita limpahkan ke Satlantas Polres Madiun. Sopir sudah diamankan dan diserahkan ke Satlantas Polres Madiun," lanjutnya.

Puluhan korban luka-luka sendiri langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat. Mulai dari Puskesmas Dagangan dan RSUD Dolopo.

"Kereta kelinci ini memang hanya beroperasi pada hari Minggu saja. Muter-muter kampung, pelanggannya ya masyarakat sekitar," lanjutnya

Dwi menegaskan pengoperasian kereta kelinci sebenarnya memang dilarang karena kendaraan bermotor tersebut tidak sesuai spektek dan tidak mempunyai standar keamanan yang memadai.

"Jika memang masih ada terutama di Kecamatan Dagangan, tentu akan kita tertibkan," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved