Berita Kediri

Pemuda asal Surabaya Dihajar Warga Usai Mencuri Sabun di Kediri, Karyawan Sempat Curiga

Massa yang berhasil menangkap Rizki tak dapat membendung amarahnya, hingga memukul pelaku sampai babak belur.

Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Farid Mukarrom
Pelaku pencurian saat diamankan oleh Polisi di Mapolsek Ngasem Jumat (11/2/2022) 

TRIBUNMADURA.COM, KEDIRI - Pemuda asal Surabaya menjadi bulan-bulanan warga di Kediri.

Diketahui, pemuda itu dihajar warga usai kepergok mencuri sabun wajah di Alfamart, Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri Jawa Timur pada Jumat (11/2/2022).

Pemuda itu adalah Rizki Tamami (21) pemuda asal Gunung Anyar Kota Surabaya

Tak sendirian, pelaku melakukan aksinya bersama temannya Rocky asal Kecamatan Rungkut Kota Surabaya yang kini berstatus sebagai DPO (daftar pencurian orang).

Saat melakukan aksinya diketahui terjadi pada pukul 12 siang, di Alfamart Jalan Soekarno Hatta, Desa Doko Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri Jawa Timur.

Baca juga: Pencurian Tali Pocong di Sidoarjo, Makam Dibongkar, Diduga untuk Kesaktian, Ini Kronologinya

Saat itu tersangka Rizki, sedang mengendarai sepeda motor bersama temannya Rocky yang jadi DPO datang ke Alfamart.

Kemudian tersangka Rizki turun dan memasuki area Alfamart.

Pelaku kemudian memasukkan sejumlah sabun dan barang lainnya ke saku celana.

Namun saat tengah menjalani aksinya, seorang saksi karyawan Alfamart sudah mencurigai aksi tersangka di dalam.

Kemudian hingga tersangka Rizki berhasil menggasak barang di Alfamart, ia kemudian bergegas keluar dan melarikan diri.

Akan tetapi sebelum sampai melarikan diri, karyawan dari Alfamart ini sudah mencegah Rizki untuk kabur.

Alhasil Rizki berhasil diamankan, sedangkan temannya Rocky melarikan diri dengan menggunakan sepeda motornya.

Massa yang berhasil menangkap Rizki tak dapat membendung amarahnya, hingga memukul pelaku sampai babak belur.

Beruntung tak berselang lama Polisi berhasil amankan pelaku dari amukan warga.

"Saat diamankan, kami berhasil sita 18 sabun wajah dan 11 pasta gigi," ujar Kapolsek Ngasem Iptu Hidayat Santoso.

Lanjut menjelaskan jika pelaku diketahui pernah melakukan aksi yang sama di sejumlah tempat di Surabaya dan Kabupaten Kediri.

"Pelaku ini sudah melakukan aksinya sebanyak tiga kali di Surabaya dan Kabupaten Kediri," jelas Kapolsek Ngasem.

Kini akibat perbuatannya pelaku dijerat dengan pasal 362 KUHP Pidana dengan ancaman hukuman mencapai 5 tahun penjara.

"Kami juga masih mengejar pelaku satunya yang masih berstatus dalam DPO," pungkas Kapolsek Ngasem Iptu Hidayat Santoso.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved