Berita Madiun

Gubernur Khofifah Klaim Kemiskinan Turun Drastis dan Jawa Timur Bebas dari Desa Tertinggal

Seiring dengan penurunan angka kemiskinan di Jawa Timur yang sangat signifikan, saat ini hanya ada desa dengan kategori mandiri, maju dan berkembang

TribunMadura.com/Sofyan Arif Candra Sakti
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat Membuka Diklat Peningkatan Kapasitas SDM bagi Kades, di Hotel Aston, Kota Madiun, Selasa (15/2/2022). 

TRIBUNMADURA.COM, MADIUN - Sejak bulan Juli 2021, Provinsi Jawa Timur terbebas dari desa sangat tertinggal dan desa tertinggal.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyebut pada tahun tahun 2019, masih ada 334 desa di Jawa Timur yang masuk dalam kategori tertinggal.

Sedangkan desa yang masuk dalam kategori sangat tertinggal hanya ada 1 desa.

Seiring dengan penurunan angka kemiskinan di Jawa Timur yang sangat signifikan, saat ini hanya ada desa dengan kategori mandiri, maju dan berkembang di Jawa Timur.

Khofifah memaparkan pada rentang waktu September 2020 hingga September 2021, angka kemiskinan di Jatim turun hingga 1,37 persen.

"Angka tersebut merupakan penurunan kemiskinan pedesaan Jatim yang tertinggi dalam 10 tahun terakhir, terutama pada bulan Maret hingga September 2021," kata Khofifah saat membuka Diklat Peningkatan Kapasitas SDM bagi Kades, di Hotel Aston, Kota Madiun, Selasa (15/2/2022).

Menurut Khofifah pembangunan di desa merupakan pondasi dasar kemajuan bangsa. Kepala desa merupakan ujung tombak pemerintah dalam mengoptimalkan program-program yang telah disiapkan.

Baca juga: Profil Ragil Mahardika, Konten Kreator yang Tegur Fuji Karena Mengasuh Gala Sky di dalam Mobil

Langkah pertama, ia menekankan agar kepala desa bisa membangun kolaborasi dan sinergitas yang kuat bersama semua elemen strategis di desa dengan menampung semua usulan dan masukan.

Selain itu ia meminta kepala desa agar tidak hanya kerja cerdas tapi juga cepat dan tepat.

Salah satunya dalam menyalurkan Jaring Pengaman Sosial (JPS), PKH, Bansos dan BLT DD (Dana Desa).

"Kepala desa (hendaknya) bisa melakukan percepatan distribusi BLT dana desa, serta padat karya kepada masing-masing warganya," lanjutnya.

Baca juga: DPW PUAN Jatim Bertekad Siapkan Kader Perempuan Potensial di Pileg 2024

Yang tak kalah penting gubernur perempuan pertama di Jawa Timur tersebut meminta kepala desa untuk jeli menemukan serta mengenali potensi daya ungkit ekonomi desa

Perkuat daya ungkit ekonomi desa dengan mengembangkan potensi lokal desa baik yang berkaitan dengan pertanian, wisata, dan industri yang ada di masing-masing desa.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved