Berita Kediri

Aksi KDRT di Kediri, Suami Tega Aniaya Istri Hingga Luka, Ternyata Faktor ini Jadi Penyebab

Perselisihan itu membuat tersangka sampai melakukan aksi penganiayaan mulai menjambak korban, menendang kepala korban dengan kaki. 

Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Farid Mukarrom
Suami yang aniaya istri kini diamankan di Polsek Ngadiluwih 

TRIBUNMADURA.COM, KEDIRI - Seorang suami di Kediri tega aniaya istrinya sendiri.

Suami adalah Edi Kurniawan (33) yang ditangkap Unit Reskim Polsek Ngadiluwih karena tega melakukan penganiayaan kepada istrinya sendiri.

Tersangka diketahui merupakan warga Desa Rembang Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri Jawa Timur.

Kronologi awal penganiayaan yang dilakukan oleh tersangka yakni saat itu terjadi perselisihan antara tersangka dengan korban A (25).

Perselisihan itu membuat tersangka sampai melakukan aksi penganiayaan mulai menjambak korban, menendang kepala korban dengan kaki. 

Tak puas sampai disitu, pelaku juga sempat, mendorong korban hingga ke tembok dan beberapa kali memukul sampai menimbulkan lebam pada wajah korban.

Baca juga: Bukannya Teriak Minta Tolong, Pemilik Rumah yang Kebakaran di Ponorogo ini Langsung Lakukan ini

Hingga akhirnya korban A (25) melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian.

Usai mendapat laporan dari korban, pihak kepolisian kemudian bergegas melakukan proses penyelidikan.

Dan akhirnya menangkap pelaku di sebuah warung di Desa Rembang Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri Jawa Timur.

"Kami amankan tersangka EK (33) di sebuah warung di Rembang," ujar Kapolsek Ngadiluwih AKP Iwan Setyo Budi.

Lanjut menjelaskan AKP Iwan, jika motif pelaku melakukan penganiayaan karena faktor ekonomi.

"Tersangka melakukan penganiayaan karena emosi, dan sering terlibat perselisihan. Dan juga faktor masalah ekonomi juga, sehingga Tersangka ini tega aniaya istrinya sendiri," tuturnya.

Kini akibat perbuatannya, pelaku harus mendekam di balik jeruji besi Mapolsek Ngadiluwih.

"Tersangka kita jerat dengan Pasal 44 ayat (1), (2) UURI No 23 tahun 2004 tentang Penghapusan kekerasan dalam rumah tangga. Untuk ancaman hukumannya mencapai 5 tahun penjara," pungkas Kapolsek Ngadiluwih AKP Iwan Setyo Budi.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved