Berita Madiun

Berlangsung Dramatis, Detik-detik Evakuasi ODGJ di Madiun, Membawa Sajam Resahkan Warga

Dengan sigap, sejumlah Polisi dan TNI mencegah Irfan kabur dan memintanya untuk balik ke dalam ruangan sambil menunggu ambulan datang

ISTIMEWA/TRIBUNMADURA.COM
Irfan Kurniawan Dievakuasi untuk Mendapatkan Perawatan di RSJ Lawang Kabupaten Malang 

TRIBUNMADURA.COM, MADIUN - Proses evakuasi seorang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Desa Krokeh, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun berlangsung dramatis.

Babinsa dan Bhabinkamtibmas serta pihak terkait bekerjasama untuk membawa Irfan Kurniawan (25) ke rumah sakit jiwa agar mendapatkan perawatan yang intensif.

Beberapa kali Irfan sempat mencoba kabur dari Balai Desa Krokeh saat menunggu ambulan yang akan membawanya ke RSJ Lawang, Kabupaten Malang.

Dengan sigap, sejumlah Polisi dan TNI mencegah Irfan kabur dan memintanya untuk balik ke dalam ruangan sambil menunggu ambulan datang.

Begitu datang, Irfan langsung dibawa masuk ke ambulan, namun tangan dan kakinya terpaksa ditali demi keamanan petugas yang mendampinginya.

Menurut Kepala Desa Krokeh, Sarwono, Irfan tinggal seorang diri di rumahnya yang reot. Ibunya sudah meninggal, sedangkan bapaknya menikah lagi dan sedang merantau ke Kalimantan.

Baca juga: Warga di Madiun Curiga ada Motor yang Tercebur di Sawah, Ternyata ada Jenazah yang Terbujur Kaku

Untungnya, ibu tiri Irfan yang berada di Kecamatan Balerejo berkenan mendampinginya di saat-saat yang sulit seperti evakuasi ke RSJ.

"(Irfan) beberapa hari belakangan ini meresahkan warga. Datang ke rumah warga, lalu mencoba membuka pintu. Dia juga sempat merusak bemper mobil, dan spion, malah sesekali bawa senjata tajam," kata Sarwono, Rabu (16/2/2022).

Setelah berkoordinasi dengan pihak keluarga, Polsek, dan Koramil, serta Dinas Sosial, semua sepakat untuk membawa Irfan ke RSJ Lawang untuk mendapatkan pengobatan.

"Kita mencoba membantu menyembuhkan, karena dia masih muda, masa depannya masih panjang," jelas Sarwono.

"Kalau sembuh nanti warga siap menerimanya kembali. Karena dia ini anaknya baik, kalau kerja bakti di lingkungan juga aktif," lanjutnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ibu Tiri Irfan, Utami Asih mengatakan Irfan mengalami gangguan jiwa sejak tahun 2018, sepulang dari merantau di Sumatera.

"Di Sumatera saat itu kerja, lalu pulang diambil bapaknya karena dari sana sudah kondisi sakit," kata Utami.

Irfan sudah pernah menjalani pengobatan di Solo dan juga Ngawi hingga kondisinya membaik.

"Tahun kemarin sempat kambuh lalu sembuh, tapi bulan satu (Januari) ini kambuh lagi," kata Utami.

Utami tidak tahu secara pasti penyebab kambuhnya Irfan karena dia tidak bisa selalu mendampingi anak tirinya tersebut.

Namun Irfan memang tidak mau mengonsumsi obatnya lantaran sudah bosan.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved