Berita Surabaya

Kota Surabaya Jadi Tuan Rumah Harlah NU, Cak Eri Mengaku Siap dan Bangga, 'Dapat Barokah Kiai'

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan Kota Pahlawan siap menjadi tuan rumah pada acara yang diperingati tiap 16 Rajab 1444 Hijriah

Penulis: Bobby Koloway | Editor: Samsul Arifin
TRIBUNMADURA.COM/BOBBY KOLOWAY
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi hadir pada acara Napak Tilas Hoofdbestuur Nahdlatoel Oelama (HBNO), Kamis (17/2/2022). Lokasinya, ada di Jl. Bubutan Gg. VI No.2, Alun-alun Contong, Kecamatan Bubutan, Surabaya. 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya siap mendukung Hari Lahir Nahdlatul Ulama (NU) yang ke -100 tahun alias satu abad NU pada tahun depan.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan Kota Pahlawan siap menjadi tuan rumah pada acara yang diperingati tiap 16 Rajab 1444 Hijriah atau 2023 Masehi ini. 

Hal ini disampaikan Cak Eri pada acara Napak Tilas Hoofdbestuur Nahdlatoel Oelama (HBNO), Kamis (17/2/2022). Lokasinya, ada di Jl. Bubutan Gg. VI No.2, Alun-alun Contong, Kecamatan Bubutan, Surabaya. 

Acara ini dihadiri Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Sekjen PBNU KH Saifullah Yusuf, Bendahara PBNU Mardani Maming, Ketua PBNU Alissa Wahid, dan jajaran PBNU. Juga hadir Ketua PCNU Surabaya KH Ahmad Muhibbin Zuhri.

“Nyuwun duko (mohon maaf), bila diperkenankan, Surabaya dan seluruh warga Surabaya siap menjadi tuan rumah pada puncak peringatan Harlah ke-100 NU atau 1 abad NU pada tahun mendatang,” ujar Wali Kota Eri Cahyadi disambut tepuk tangan hadirin.

Ia berharap Surabaya bisa mendapatkan berkah. "Kami ingin Surabaya dan warga Surabaya mendapat barokah dari para kiai, dari Nahdlatul Ulama,” imbuhnya.

Untuk diketahui, NU dan Surabaya memiliki ikatan sejarah kental. NU didirikan oleh para ulama di bawah kepemimpinan KH Hasyim Asyari pada 31 Januari 1926 atau 16 Rajab 1344 di Surabaya. 

Baca juga: Peringatan Harlah ke-99 NU, Dzurriyah Syaikhona Kholil Berkumpul, Yenny Wahid Beri Pesan Khusus

Pada 22 Oktober 1945, terjadi peristiwa super bersejarah kala “Resolusi Jihad” dicetuskan Hadrastussyaikh KH Hasyim Asy'ari di Surabaya, tepatnya di HBNO Surabaya. Dari sana semakin berkobar semangat nasionalisme melawan penjajah.

“Sebagai arek Suroboyo, kami sangat bangga karena kota ini memiliki keterkaitan yang erat dengan NU. NU dan Surabaya itu satu bagian yang tidak terpisahkan,” ujarnya.

Selain siap menjadi tuan rumah peringatan seabad NU, Eri Cahyadi juga meminta izin untuk menjadikan HBNO yang kini menjadi kantor PCNU Surabaya sebagai museum. Nantinya, tempat ini akan diisi pernik sejarah perkembangan NU, termasuk di dalamnya penerapan teknologi dalam berbagai syiar NU.

“Sehingga anak-anak muda tahu bahwa sejak awal NU telah berada di garda depan untuk merebut kemerdekaan, dan kini di bawah kepemimpinan KH Miftachul Akhyar dan KH Yahya Cholil Staquf selalu konsisten memberdayakan umat dan menjaga NKRI,” ujarnya.

Eri Cahyadi mengaku bangga dengan visi kepemimpinan KH Miftachul Akhyar dan KH Yahya Cholil Staquf yang kini sangat getol melakukan pemberdayaan umat. Termasuk, memacu digitalisasi di setiap sendi kehidupan kaum Nahdliyin.

“Menyongsong 100 tahun Nahdlatul Ulama, kita kini menyaksikan betapa pesatnya perkembangan NU. Anak-anak muda NU tidak hanya cakap ilmu agama, tidak hanya menguasai kitab kuning, tidak hanya ahli wirid, tidak hanya pro NKRI, tetapi juga aktif berwirausaha, berkegiatan sosial, dan menguasai teknologi informasi,” pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved