Selasa, 19 Mei 2026

Berita Lamongan

Keluarga Tak ada yang Tahu saat Keluar Rumah, Kakek ini Ditemukan Mengapung di Tambak, ini Dugaannya

Korban Suwarno juga tidak bisa beraktivitas sempurna karena sudah lama menyimpan sakit, yaitu linu pada bagian lutut.

Tayang:
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Hanif Manshuri
Lokasi korban ditemukan meninggal mengapung di tambak, Rabu (23/2/2022) 

TRIBUNMADURA.COM, LAMONGAN - Kakek  Suwarno (66) warga Dusun Keputran Desa Dinoyo Deket Lamongan ditemukan meninggal terapung di tambak, Rabu (23/2/2022).

Menurut saksi anak korban, Aris (37), anggota keluarga tidak mengetahui saat korban keluar rumah.

Korban Suwarno juga tidak bisa beraktivitas sempurna karena sudah lama menyimpan sakit, yaitu linu pada bagian lutut.

"Sakit linu di bagian lutut itu sudah lama," kata  Aris pada polisi.

Keluarga tidak menyangka kalau korban bisa keluar rumah hingga ditemukan meninggal mengapung di tambak belakang rumah.

Saat ditemukan meninggal, korban mengenakan celana pendek warna hitam dan hanya sedikit luka lecet di pipi dan lengan kiri.

Luka lecet itu, kata Kasi Humas Polres Lamongan, Iptu Jinanto dipastikan bukan karena dianiaya. Tapi luka mungkin karena digigit ketam atau sejenis kepiting air tawar 

"Tidak ditemukan tanda bekas penganiayaan," kata Jinanto.

Menurut Jinanto tidak ada yang tahu pasti bagaimana awal kejadiannya korban masuk ke tambak.

Korban diketahui sudah dalam kondisi meninggal terapung di permukaan air tambak.

Kejadian itu semula dilaporkan saksi  ke Kepala Desa Dinoyo, Aprian Aries. Dan laporannya dilanjutkan ke Polsek. 

Saat petugas menuju TKP, ternyata korban sudah tidak ada di lokasi, karena sudah dievakuasi oleh anaknya, Aris dan langsung dibawa pulang.

Petugas dari Polsek Deket, dipimpin Kapolsel AKP Sri Iswati didampingi Kanit Reskrim, Aiptu Slamet, Kanit Intelkam Aiptu Purwoko, KSPKT, Aiptu Suwadi, Kades Aprian Aries dan Nakes Puskesmas, Farid kemudian menuju ke rumah duka dan dilakukan pemeriksaan jasad korban.

Pihak keluarga menerima kenyataan atas kematian korban dan dengan membuat surat pernyataan bermeterai, tidak bersedia diotopsi. (Hanif Manshuri)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved