Berita Bangkalan

Akhir Pelarian DPO Kasus Pencurian Motor dan Mobil, Kini di Susul Temannya di Mapolres Bangkalan

Ia menyusul rekannya, MHE (26), warga Jalan Nusa Indah, Kelurahan Mlajah yang terlebih dulu dijebloskan ke sel tahanan Mapolres Bangkalan

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Samsul Arifin
Freepik
Ilustrasi borgol - DPO pencurian sepeda motor di Bangkalan berhasil ditangkap 

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Satu persatu, sindikat pencurian sepeda motor dan mobil dijebloskan ke balik jeruji. Terbaru, MF (25), warga Desa Sanggra Agung, Kecamatan Socah dijemput anggota Satreskrim Polres Bangkalan dari tempat persembuyiannya di Desa Pesarenan, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Rabu (2/3/2022).

MF ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang usai melakukan pencurian sepeda motor Honda bernopol S 6485 DL di parkiran sebuah kafe di kawasan Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Desa Telang, Kecamatan Kamal pada Rabu (18/8/2021) silam. Sekitar pukul 22.00 WIB.

Ia menyusul rekannya, MHE (26), warga Jalan Nusa Indah, Kelurahan Mlajah yang terlebih dulu dijebloskan ke sel tahanan Mapolres Bangkalan pada Rabu (10/11/2021). Berkas MHE saat ini dalam proses persidangan.

Kasi Humas Polres Bangkalan, Iptu Sucipto mengungkapkan, MF dan MHE merupakan pelaku pencurian sepeda motor di kawasan kampus tersebut. Keduanya beraksi dengan mengendarai Honda PCX warna hitam dengan nopol M 5623 GY dan merusak kunci motor sasaran.

“Penantian panjang kami melalui serangkaian penyelidikan akhirnya membuahkan hasil. Pengkapan terhadap DPO MF dilakukan setelah kami mendapatkan informasi tentang keberadaannya,” ungkap Kasi Humas Polres Bangkalan, Iptu Sucipto kepada Surya.

Saat hendak ditangkap, MF sempat berupaya kabur. Namun pengejaran oleh sejumlah petugas pimpinan Kasatreskrim Polres Bangkalan, AKP Sigit Nursiyo Dwiyugo membuatnya tersudut dan tidak bisa lagi berkutik.

Baca juga: Satreskoba Polres Bangkalan, Amankan Puluhan Budak Sabu Kelas Teri, Ini Kata Wakapolres

“Pada saat dilakukan interogasi awal, MF mengakui semua perbuatanya, termasuk melakukan pencurian sepeda motor di beberapa tempat lainya di wilayah hukum Polres Bangkalan,” tegas Sucipto.

Di hadapan penyidik Satrekrim Polres Bangkalan, sedikitnya 6 TKP diakui MF bersama komplotanya termasuk MHE dan DD. Nama terakhir telah ditahan atas perkara lain. Sedangkan AN, FS, MF, dan penadah SM ditetapkan sebagai DPO dan masih dalam pengejaran.

 6 TKP tersebut meliputi Rumah Makan Tunggal di akses menuju Jembatan Suramad. BArang bukti berupa mobil Toyota Avanza bernopol L 001 JW dengan pelaku AA, DD, dan FS. Selanjutnya, TKP di depan toko Tunas Jaya, Junok. Barang bukti berupa sebuah ponsel dengan pelaku MF.   

DPO MF juga melakukan pencurian dengan pemberatan di pinggir Jalan Desa Banjar, Kecamatan Galis dengan barang bukti berupa Honda Beat berwarna merah putih. Barang bukti dijual kepada DPO SM.

DD kemudian melakukan pencurian dengan pemberatan di Desa Alang-alang, Kecamatan Tragah dengan barang bukti sepeda motor Yamaha Vega R. Motor tersebut dijual kepada DP) SM.

Bersama MF, DD juga melakukan tindakan serupa dengan barang bukti Honda Scoopy berwarna merah di Desa Parseh, Kecamatan Socah. Barang bukti juga dijual kepada DPO SM. Kemudian DPO AA dan FS melakukan pencurian dengan kekerasan di Desa Sendang Laok, Kecamatan Labang dengan barang bukti Honda Beat berwarna hitam. Motor itu dijual ke DPO SM.

“Dari penangkapan terhadap MF, kami berhasil menguak sindikat pencurian motor yang meresahkan masyarakat. Identitas dan ciri-ciri para DPO sudah kantongi,” pungkas Sucipto.

Dari tangan MF, Satreskrim Polres Bangkalan menyita barang bukti berupa Honda PCX bernopol M 5632 GY dan selembar STNK motor Honda bernopol S 6485 DL atas nama korban asal Bojonegoro.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved