Berita Surabaya

Penyelundupan Sabu Seberat Hampir 100 kilogram Digagalkan Polisi, Madura Jadi Sasaran para Tersangka

Satresnarkoba Polrestabes Surabaya telah mengamankan sepuluh orang kurir narkotika dengan barang bukti total 91,6 Kilogram narkotika jenis sabu

Penulis: Firman Rachmanudin | Editor: Samsul Arifin
TRIBUNMADURA.COM/FIRMAN RACHMANUDIN
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan berikut pejabat umum, menunjukkan Tersangka dan Barang Bukti narkotika. 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Peredaran narkotika di wilayah Jawa Timur khususnya seolah tidak pernah habis.

Berbagai upaya kepolisian dan masyarakat yang memerangi peredaran gelap narkotika itu, tak kunjung menyudahi aksi penyelundupan narkotika berbagai jenis itu.

Buktinya, selama tiga bulan, sejak Desember 2021 hingga Februari 2022, Satresnarkoba Polrestabes Surabaya telah mengamankan sepuluh orang kurir narkotika dengan barang bukti total 91,6 Kilogram narkotika jenis sabu dalam kemasan teh china.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan menyebut,dabu itu merupakan paket kiriman dari wilayah Timur Tengah yang diselundupkan melakui perairan Aceh masuk ke Indonesia.

"Disana barang (sabu) dipecah. Ada yang didistribusikan ke beberapa wilayah di Indonesia, salah satunya di Jawa Timur, Surabaya dan Madura," sebut Yusep, Kamis (3/3/2022).

Paket sabu itu dikirim menggunakan kemasan teh china yang didalamnya dilapisi plastik dengan metode pabrikan.

Baca juga: VIRAL, Video Sekelompok Pemuda Acungkan Celurit di Jalan Merr, Kapolrestabes Surabaya Merespon

Kasat Resnarkoba Polrestabes Surabaya, AKBP Daniel Marunduri menyebut, pihaknya rerus berupaya melakukan pengembangan terhadap jaringan peredaran narkoba yang saat ini mulai merubah cara pendistribusiannya.

"Jika dulu sempat dibawa menggunakan satu dua kurir. Namun saat ini dipecah menjadi beberapa kurir. Dengan membawa paket dua hingga empat kilogram. Tidak semuanya. Dan itu juga digilir pendistribusiannya," sebut Daniel.

Kebanyakan, polisi menyita puluhan kilogram sabu dari gudang atau tempat transit penyimpanan setelah melakukan pengembangan dengan menangkap kurirnya di wilayah Jawa Timur.

"Kami awalnya mengamankan kurir. Lalu pengembangan ke Lampung di sebuah hotel. Ini yang terbaru, jadi 42Kilogarm yang kami sita dari hotel itu bukan gudangnya, melainkan tempat transit. Kalau gudang ada di wilayah Sumatera,tapi masih kami selidiki," tandasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved