Berita Sumenep

Ketua PBNU Gus Yahya Ungkap Makna Panggilan Ra Kepada Bupati Sumenep Achmad Fauzi

Menurut KH Yahya Cholil Staquf, ada makna tersendiri mengapa ketua PBNU ini memanggil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi dengan sebutan Ra

Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Ali Hafidz Syahbana
Ketua Umun PBNU KH Yahya Cholil Staquf saat sampaikan sambutan di acara Simposium peradaban NU di Pendopo Keraton Sumenep pada Sabtu (5/3/2022). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf sampaikan alasan memanggil Bupati Achmad Fauzi dengan julukan "Ra" (Lora) pada acara Simposium Peradaban NU.

Acara Simposium Peradaban NU itu digelar di Pendopo Keraton Sumenep, pada Sabtu (5/3/2022).

Panggilan Lora (Ra) Achmad Fauzi, diketahui merupakan sebutan khusus dari tokoh sekaligus ulama nomor satu di lingkungan PBNU.

Sebutan Lora sebenarnya maknanya tak berbeda dengan Gus.

Hanya saja Lora itu merupakan bahasa Madura.

Sementara Gus berasal dari bahasa Jawa Timur

Baca juga: Ketua PBNU Gus Yahya Panggil Achmad Fauzi dengan Julukan Ra, Ekspresi Achmad Fauzi Curi Perhatian

Ketua PBNU Gus Yahya pun angkat bicara alasan memanggil dengan julukan Ra Achmad Fauzi.

Menurut penilaian Gus Yahya, Bupati Sumenep Achmad Fauzi ini disebutnya sosok tokoh yang jelas dan mewarisi tingkat sepiritual yang tinggi.

"Iya, Lora (Ra) ini kan panggilan kehormatan lah, karena pak Bupati ini kan tokoh yang jelas juga sudah mewarisi tingkat spiritual yang tinggi," kata KH Yahya Cholil Staquf saat diwawancara media usai Simposium peradaban NU.

Selain menyematkan panggilan julukan Lora untuk Bupati Achmad Fauzi, Gus Yahya juga mengatakan bahwa Kabupaten Sumenep adalah "Tempat Keramat".

Dijelaskan soal "Tempat Keramat" karena kabupaten paling timur Pulau Madura ini memiliki jejak sejarah perjuangan dari tokoh ulama yang memiliki tingkat spiritual tinggi.

"Dan sekarang ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk memelihara warisan spiritual ini supaya menyebar barokah dan maslahatnya untuk masyarakat luas," kata Gus Yahya menegaskan.

Terpisah Bupati Sumenep, Achmad Fauzi merespon baik soal panggilan Lora untuk dirinya dari Gus Yahya sebenarnya adalah hal yang lumrah dan biasa.

Menurutnya, hal itu hanya ucapan kehormatan dari beliau dan mungkin juga bisa diucapkan siapa saja.

Namun meski demikian, Achmad Fauzi mengaku bangga atas dipilihnya Kabupaten Sumenep sebagai tempat diselenggarakannya Simposium Peradaban NU.

Karena menurutnya, berdasarkan jejak sejarah, Sumenep telah mengalami beberapa fase pemerintahan dari sebelum Islam menyebar di Bumi Arya Wiraraja.

"Peradaban di Sumenep sudah cukup panjang menurut saya. Dimulai dari Hinduisme sampai Keislaman, jadi sudah tepat apabila diselenggarakan di sini," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved