Sejarah

Keris Ken Arok Renggut Nyawa Keturunan Pemiliknya, Sumpah Serapah Sosok ini Bikin Kerajaan Runtuh

Anusapati, Putra Ken Dedes dari akuwu Tumapel Tunggul Ametung tewas akibat keris Mpu Gandring yang kisahnya melegenda

Editor: Aqwamit Torik
KOMPAS.com/LABIB ZAMANI
Ilustrasi keris - Pusaka keris koleksi Museum Keris Nusantara di Solo, Jawa Tengah, Rabu (27/2/2019). 

TRIBUNMADURA.COM - Kisah keris Mpu Gandring menjadi sejarah yang terkenal.

Sebab, keris sakti itu justru menghabisi banyak nyawa kerajaan.

Selain itu, sumpah serapah dari sosok ini membuat sebuah kerajaan runtuh.

Hal ini dibuktikan saat Anusapati, Putra Ken Dedes dari akuwu Tumapel Tunggul Ametung tewas akibat keris Mpu Gandring.

Diketahui, saat itu Anusapati menjadi sosok penguasa ketiga yang dihabisi menggunakan keris Mpu Gandring.

Ia tewas oleh ujung keris Mpu Gandring setelah memerintah sebagai Raja kedua Kerajaan Singasari selama 2 dekade (1227 - 1248).

Setelah kematian Anusapati, sebuah candi dibangun sebagai bentuk penghormatan atas jasa besarnya.

Baca juga: Keris Sakti yang Terkenal ini Justru Membawa Malapetaka Bagi Pemiliknya, Ritualnya Bukan Main

Kutukan Keris Mpu Gandring

Salah satu kisah yang terkenal dari sejarah Kerajaan Singasari adalah soal kutukan keris Mpu Gandring.

Dikisahkan bahwa keris itu merupakan keris yang dipesan Ken Arok kepada Mpu Gandring untuk membunuh Tunggul Ametung, akuwu (camat) di daerah Tumapel.

Ken Arok ingin berkuasa di Tumapel sekaligus menikahi istri Tunggul Ametung yang bernama Ken Dedes.

Mpu Gandring menjanjikan keris ampuh untuk membunuh Tunggul Ametung yang sakti dalam waktu satu tahun.

Namun, hanya selang beberapa bulan, Ken Arok sudah tidak sabar dan nekat merebut keris yang belum sempurna dan menusukkannya ke dada Mpu Gandring hingga tewas.

Dalam keadaan sekarat, Mpu Gandring mengutuk kalau keris itu nantinya akan membunuh tujuh orang raja, termasuk Ken Arok dan anak cucunya.

Halaman
12
Sumber: Intisari
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved