Berita Mojokerto

Heboh Air Sungai di Mojokerto Berubah Warna Menjadi Biru, Ini Penjelasan Dinas Lingkungan Hidup 

Air di sungai Desa Sambiroto Kabupaten Mojokerto tiba-tiba berubah warna menjadi biru dan tak berbau.

ISTIMEWA/TRIBUNMADURA.COM
Warna biru air sungai di Desa Sambiroto, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (12/3/2022). 

TRIBUNMADURA.COM, MOJOKERTO - Masyarakat Desa Sambiroto, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, dihebohkan dengan perubahan warna pada sungai setempat.Heboh Air Sungai di Mojokerto Berubah Warna Menjadi Biru, Ini Penjelasan Dinas Lingkungan Hidup 

Aliran sungai yang melintasi permukiman warga di RT3/RW1 Desa Sambiroto tiba-tiba berubah warna menjadi biru.

Warga beramai-ramai mendatangi lokasi untuk melihat air sungai berwarna biru tersebut.

Seorang warga bernama Niki (23) mengatakan, air sungai yang berada di samping rumahnya tiba-tiba berubah warna menjadi biru sekitar pukul 16.00 WIB.

"Tadi ada ramai-ramai sungainya berwarna saya langsung lihat ke lokasi ternyata benar biru seperti laut," ungkapnya dilokasi, Sabtu (12/3/2022).

Perubahan air sungai berwarna biru itu berlangsung sekitar 15 menit dan tidak berbau.

"Tidak bau, jarak beberapa menit itu warna birunya memudar dan mulai kembali normal," ucap Niki.

Dia tidak mengetahui pasti penyebab aliran sungai irigasi ini berubah warna menjadi biru.

"Saya Nggak tahu kok tiba-tiba sungai warnanya biru kalau di sekitar sini juga tidak ada pabrik," jelasnya.

Kepala Desa Sambiroto, Ahmad Farid Ainul Alwin menjelaskan, pihaknya mendatangi lokasi usai mendapat laporan dari masyarakat terkait sungai berubah warna biru.

Menurut dia, air sungai yang berubah warna biru itu merupakan aliran irigasi dari Tembusan Penewon-Kedungmaling-Sambiroto-Eringinejo dan Modongan.

"Saya tidak paham karena itu aliran dari persawahan," terangnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto, Zaqqi menyatakan, pihaknya telah mengambil sampel air sungai yang berwarna biru di Desa Sambiroto.

"Ini kami sudah ambil sampel-nya akan kita periksa di Laboratorium," ujarnya.

Ia menyebut, pihaknya belum dapat memastikan perubahan air sungai berwarna biru diduga tercemar limbah.

"Kalau misalnya bekas cat atau Thinner biasanya ada baunya, untuk mengetahuinya kita akan cek sampel yang sudah kami ambil dari warga sekitar di laboratorium," pungkasnya. (don/ Mohammad Romadoni).

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved