Berita Sampang

Kabupaten Sampang Kekurangan Guru Status PNS Hingga Ribuan Orang, Pemkab Ungkap Upaya

Kekurangan tersebut terjadi di jenjang sekolah di bawah naungan Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang, mulai tingkat SD hingga SMP.

Penulis: Hanggara Pratama | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Hanggara Pratama
Salah satu guru di SMP Negeri 1 Sampang saat menjalankan kegiatan belajar mengajar. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Kondisi kurangnya guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilingkungan Pendidikan Kabupaten Sampang mencapai angka sekitar 2.000 orang.

Kekurangan tersebut terjadi di jenjang sekolah di bawah naungan Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang, mulai tingkat SD hingga SMP.

Kapala Disdik Sampang Edi Subinto melalui Sekretarisnya Arif Budiansor mengatakan bahwa untuk mengatahui kekurangan guru tersebut selama ini, pihak sekolah diminta untuk lapor ke instansinya.

Kemudian untuk menyikapi kekurangan itu, pihaknya mengandalkan guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan guru honorer, sesuai solusi dari pemerintah pusat.

"Kekurangan guru tidak terjadi di Kabupaten Sampang saja, tapi daerah lainnya juga mengalami nasib yang sama," ujarnya.

Selain itu, diterapkannya kurikulum prototipe menjadi salah satu cara meminimalisir kekurangan guru PNS.

Sebab kurikulum itu dapat menggabungkan dua mata pelajaran, seperti IPA dan IPS digabungkan menjadi satu.

"Sudah ada sebagian sekolah yang sudah menerapkan kurikulum prototipe," terangnya.

Ia menambahkan, sehingga bagi sekolah yang menerapkan siap membantu memberikan pelatihan kepada sekolah lain melalui sekolah penggerak dan guru penggerak.

"Kami pun juga mengandalkan guru non PNS untuk mengisi kekurangan guru di sekolah, hal itu dilakukan setelah pihak sekolah melakukan laporan," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved