Berita Sumenep

GMNI Sumenep Akan Gelar Aksi Kemanusiaan Kasus Penembakan, Kapolres Sudah Standby di Pintu Masuk

Siaga ini untuk antisipasi sebelum massa unjuk rasa aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sumenep datang sampaikan aspirasi

Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Samsul Arifin
TRIBUNMADURA.COM/ALI HAFIDZ SYAHBANA
Kapolres Sumenep AKBP Rahman Wijaya tampak bersiaga di pintu masuk Mapolres Sumenep JL. Raya Urip Sumoharjo, Kamis (17/3/2022) pukul 11.00 WIB. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Kapolres Sumenep AKBP Rahman Wijaya tampak bersiaga di pintu masuk Mapolres Sumenep JL. Raya Urip Sumoharjo, Kamis (17/3/2022) pukul 11.00 WIB.

Siaga ini untuk antisipasi sebelum massa unjuk rasa aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sumenep datang sampaikan aspirasi soal tewasnya alm Herman (24) terduga begal karena ditembak mati oknum polisi pada Minggu (13/3/2022).

Pantauan di lokasi, personel polisi Polres Sumenep siaga ketat di pintu sebelah timur Mapolres Sumenep.

Kapolres Sumenep AKBP Rahman Wijaya sudah tampak terlihat stanby jaga-jaga datangnya massa unjuk rasa kemanusiaan dari GMNI Kabupaten Sumenep.

Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti Sutioningtyas mengatakan bahwa pengamanan dalam demonstrasi kali ini Polres Sumenep terjunkan ratusan personil.

"Pengamanan terjunkan 264 personil," katanya.

Baca juga: Terduga Begal di Sumenep Ditembak Mati, Polda Jatim Bentuk Timsus Evaluasi Tindakan Anggota Resmob

Diketahui, almarhum Herman (24) asal Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep tewas setelah ditembak oknum polisi Polres Sumenep pada Minggu (13/3/2022) pukul 16.30 WIB.

Almarhum Herman ini terduga begal sepeda motor seorang perempuan berinisial EF (26) asal Pulau Kangean Sumenep di JL. Raya Adirasa Kolor Sumenep.

Kematian almarhum Herman ini menuai banyak protes dari Masyarakat, pasalnya korban penembakan oleh oknum Polisi itu banyak menilai sangat tidak manusiawi.

Viral dalam video berdurasi 26 detik, almarhum Herman tersungkur pada menit ke 7. Namun, oknum polisi tetap saja hujani dengan peluru hingga nyawanya hilang.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved