Berita Pamekasan

Bupati Baddrut Tamam Harap Jadi Motivasi, Tiga Santri Pamekasan Wakili Jawa Timur di Ajang FASI 2022

Tiga santri asal Pamekasan itu akan mewakili Jawa Timur pada ajang tersebut setelah melalui seleksi ketat mulai tingkat kecamatan, kabupaten

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Samsul Arifin
TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Para santri yang akan mengikuti kompetisi Festival Anak Soleh Indonesia (FASI) yang akan digelar di Palembang Sumatera Selatan (Sumsel) mulai tanggal 24-27 Maret 2022 mendatang bersalaman dengan Bupati Baddrut Tamam. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian 

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam melepas tiga santri yang akan mengikuti kompetisi Festival Anak Soleh Indonesia (FASI) yang akan digelar di Palembang Sumatera Selatan (Sumsel) mulai tanggal 24-27 Maret 2022 mendatang.

Tiga santri asal Pamekasan itu akan mewakili Jawa Timur pada ajang tersebut setelah melalui seleksi ketat mulai tingkat kecamatan, kabupaten, hingga tingkat provinsi. 

Ketiganya merupakan santri Pondok Pesantren Sumber Bungur, Kecamatan Pakong.

"Kita tadi melepas tiga santri asal Pamekasan untuk mengikuti ajang FASI di Palembang, dan tiga santri ini mewakili Jawa Timur pada ajang tersebut," kata Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam usai bertemu tiga santri tersebut di Peringgitan Dalam Rumah Dinas Bupati, Jumat (18/3/2022).

Mas Tamam berjanji akan senantiasa memotivasi serta memfasilitasi mereka agar mampu bersaing dengan perwakilan santri dari seluruh provinsi di Indonesia pada ajang bergengsi itu untuk membawa nama baik Jawa Timur dan Pamekasan secara khusus.

Baca juga: Respon Bupati Pamekasan Baddrut Tamam Soal Sosok Dua Cawabup Fattah Jasin dan Agus Mulyadi

"Kita juga mendorong bagaimana tiga santri ini bisa mewakili Jawa Timur dan berprestasi, tidak hanya itu didampingi oleh tim dari kabupaten untuk terus memberikan semangat," inginnya.

Dia berharap, terpilihnya tiga santri mewakili Jawa Timur tersebut menjadi motivasi bagi santri lain di Pamekasan untuk meningkatkan intensitas belajarnya. 

Karena keterwakilan mereka dalam ajang ini tidak lepas dari ketekunan, dan kerajinan belajar mereka sehingga mampu bersaing dengan santri dari pondok pesantren lainnya.

"Harapan kita, ini menjadi motivasi bagi santri-santri kita, tidak hanya di Pamekasan, tetapi juga di Jawa Timur dan Indonesia," harap tokoh muda Nahdlatul Ulama tersebut.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved