Berita Sumenep

Pembina ARM Sumenap akan Usut Kegagalan Panen Bawang Merah, Senilai Diatas 4 Miliar Rupiah

awal bulan Maret 2022 adanya informasi keterlibatan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Sumenep yang dianggap menjadi juru lobi

Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Samsul Arifin
ISTIMEWA/TRIBUNMADURA.COM
Pembina Aliansi Rakyat Menggugat (ARM), Fauzi As. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Polemik sengketa Pilkades Matanair Sumenep hingga saat ini masih tak berujung, setelah sebelumnya ramai demonstrasi hingga pemberitaan terkait ketua fraksi PDIP DPRD Sumenep yang mengajak judi taruhan.

Bahkan, awal bulan Maret 2022 adanya informasi keterlibatan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Sumenep yang dianggap menjadi juru lobi ke-Biro Hukum Provinsi Jawa Timur.

Pembina Aliansi Rakyat Menggugat (ARM), Fauzi As saat ditemui  TribunMadura.com mengaku geram dan akan mengusut soal dugaan kegagalan panen bawang merah, yakni bantuan bibit bawang melalui Anggaran Kementerian Pertanian Tahun 2021 diatas Rp 4 Miliar.

"Pasti hadiahnya bukan bawang goreng, waktu lalu kami ingin memastikan kabar tentang keterlibatan Arif Firmanto (Kadis Pertanian) itu menjadi juru lobi dalam hal Pilkades Matanair, jika kemarin kami berjanji beserta masyarakat Matanair akan menyiapkan hadiah," kata Fauzi As, Minggu (20/3/2022).

Ditanya apa hadiah yang akan diberikan, pihaknya mengaku akan mengusut gagalnya panen bawang merah bantuan bibit dari pusat.

"Saya menduga dengan kuat bahwa bantuan bawang merah dari dana UPLAND yang totalnya diatas Rp 4 Miliar itu syarat permainan," imbuhnya.

Baca juga: Kronologi Penangkapan Tiga Tersangka Kasus Pesta Narkoba di Kecamatan Saronggi Sumenep

Fauzi As mengaku, dalam prosesnya pengusutan itu sudah dipelajari dan diketahui hanya menambah beban hutang bagi sebagian anggota Poktan.

"Sebab bibitnya bermasalah sebelum ditanam, tetapi jika ada yang mau membantah kami tantang untuk turun bersama ke Desa Basoka," tegasnya.

"Kami sudah ketemu lebih dari 40 Orang dari beberapa anggota Poktan di Basoka. Saya ini lahir dan besar di Desa Basoka mas," terangnya.

Untuk diketahui pada hari Rabu (2/3/2022) lalu panen bantuan bibit bawang merah melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian kepada Kelompok Tani (Poktan) di Desa Basoka Kecamatan Rubaru Sumenep.

Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Sumenep, bantuan bibit bawang melalui Anggaran Kementerian Pertanian Tahun 2021 kepada Poktan sebanyak 33 ton dengan luas tanam 52 hektar. 

Sementara hasil panen bawang merah dengan luas tanam 52 hektar yang sudah panen seluas 43,76 hektar dengan menghasilkan bawang sebanyak 425 ton.

Harga jual di tingkat petani pasca panen terendah Rp12.000,- hingga Rp13.000,- dan tertinggi sampai dengan Rp22.000,- hingga Rp24.000,- perkilogram.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved