Berita Sampang

Nasib Aset Pemerintah Pusat di Sampang, Lama Terbengkalai, Berlaih Fungsi Jadi Tempat Mesum

Aset milik Pemerintah Pusat berupa Jembatan Timbang di Desa Plakaran Sampang lama terbengkalai.

TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
Kondisi Jembatan Timbang berlokasi di Desa Plakaran, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang, Madura 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Aset milik Pemerintah Pusat berupa Jembatan Timbang berlokasi di Desa Plakaran, Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang, Madura, sudah lama terbengkalai.

Tak ada yang tahu bagaimana kelanjutan pembangunan Jembatan Timbang tersebut.

Yang pasti, kondisi bangunannya sendiri sangat sepi.

Bahkan, kerap kali dimanfaatkan oleh para muda-mudi sebagai tempat pacaran meskipun di siang bolong.

Salah satu warga setempat, Sukri mengaku, sering melihat para pemuda bermesraan di area jembatan timbang.

Pemandangan itu terlihat jelas ketika ia melintas di depan jembatan timbang di malam maupun siang hari.

Kondisi Salah satu aset milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) berupa jembatan timbang yang berada di Kabupaten Sampang, Madura, Senin (21/3/2022).
Kondisi Salah satu aset milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) berupa jembatan timbang yang berada di Kabupaten Sampang, Madura, Senin (21/3/2022). (TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA)

Baca juga: Aset Pemprov Jatim Berupa Jembatan Timbang di Sampang Terbengkalai, Sempat Digunakan Pengamanan Ini

"Yang sering melihat itu di malam hari tapi kadang siang juga ada, itupun ada beberapa pasangan muda-mudi yang pacaran," ujarnya, Selasa (22/3/2022).

Tak hanya itu, pria berkulit sawo matang tersebut juga sering menjumpai para pelajar yang masih mengenakan seragam sekolah berada di area jembatan timbang.

Diduga, mereka membolos sekolah mengingat nongkrong pada saat jam sekolah.

"Tidak ada yang menegur karena lokasi jembatan timbang juga jauh dari pemukiman warga," timpalnya.

Sebelumnya, Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sampang Yulis Juwaidi menyampaikan, pihaknya tidak memiliki kewenangan dalam melakukan perawatan terhadap aset tersebut.

"Kami tidak bisa mengurus persoalan ini, karena bukan ranah kami," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved