Berita Surabaya

Sarjana Hukum Tanam Ganja Sendiri, Belajar Otodidak di Youtube, Dalih Buat Relaksasi, Kini Ditahan

Lukman diketahui memanan tanaman ganja di belakang rumahnya sendiri dengan dalih untuk relaksasi

Penulis: Firman Rachmanudin | Editor: Samsul Arifin
Tribunmadura.com/firman rachmanudin
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Anton Elfrino saat menunjukkan Barang Bukti dan Tersangka. 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Lukman Dwi Hadi Putra (27) watga Karang Rejo, Wonokusumo Surabaya terpaksa berurusan dengan polisi karena ulahnya sendiri.

Lukman diketahui memanan tanaman ganja di belakang rumahnya sendiri.

Tanaman terlarang itu nekat ditanam Lukman dengan dalih untuk obat relaksasi.

"Tersangka LK mengaku menanam dan mengonsumsi ganja sejak dua bulan terakhir untuk efek relaksasi dan obat penenang yang secara khusus, membuat tidur menjadi lebih mudah," ujar Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKBP Anton Elfrino, Rabu (23/3/2022).

Lukman mengatakan, pohon ganja yang ditanam cukup untuk kebutuhan pribadinya. 

Ia bahkan tak berniat menjual tanaman itu untuk mendapat keuntungan, meski ia tahu perbuatannya melanggar hukum. 

“Untuk saya pribadi sendiri (bukan dijual). Karena punya problem susah tidur. Jadi ketika mengkonsuminya (ganja), tidur lebih cepat dan nyenyak,” kata pria lulusan sarjana hukum di sebuah perguruan tinggi ini. 

Baca juga: Hobi Ngelem Sejak Kecil, Besarnya Berbuat Nekat, Arief Lucuti Pakaian SPG Mall di Pinggir Jalan

Mulanya,ia hanya membeli dan mengonsumsi ganja itu dalam paket kecil.

Karena ketergantungan dan menjadi pemakai aktif, Lukman ingin memiliki pohon ganja sendiri. 

Akhirnya ia membeli biji ganja dari seseorang berinisial (TP) seharga 200 ribu dengan cara ranjau di Jalan Raya Juanda Sedati Sidoarjo.

“Biji yang ditanam, diambil dari ganja kering. Cara penanaman, perawatan, pemanenan hingga pengolahan hingga jadi saya pelajari dari cara browsing dan menonton Youtube,” ungkap dia.

Oleh Lukman ganja tersebut ditanam dengan media pot kecil berisi tanah dan pupuk tanaman, serta disembunyikan di belakang rumah.

"Biji ganja disemai ke dalam pot. Penyiraman dilakukan setiap hari dan dalam waktu dua minggu bibit ganja kecil sudah keluar dan penyiraman tetap dilakukan tiap hari,”tandasnya.

Selain Lukman, polisi juga menangkap M Faizal (26) warga Medokan Ayu Surabaya atas kepemilikan 700 gram ganja kering.

Ganja itu dititipkan oleh TP yang kini masih jadi buruan polisi untuk diedarkan kembali.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved