Berita Nganjuk

Jawa Timur Masuki Peralihan Musim, BMKG Imbau Warga Waspada Hujan Ringan Disertai Angin Kencang

BMKG mengimbau masyarakat untuk waspada peralihan musim pada April hingga Mei 2022.

TRIBUNMADURA.COM/SOFYAN ARIF CANDRA SAKTI
potensi turun hujan dengan intensitas menurun saat April - Mei 2022 

TRIBUNMADURA.COM, NGANJUK - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Nganjuk mengimbau masyarakat untuk waspada peralihan musim pada April hingga Mei 2022.

Sebab, dalam rentang waktu tersebut, masih adanya potensi turun hujan dengan intensitas menurun.

Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) BMKG, Setiyaris menjelaskan, dari hasil pengamatan BMKG Nganjuk bulan Februari diketahui curah hujan yang terjadi di Kabupaten Nganjuk tercatat 496 poin 3 milimeter (mm) dengan 23 hari hujan. Curah hujan maksimal tercatat 141 mm.

"Curah hujan tinggi itu tercatat tanggal 7 Februari 2022, sedangkan curah hujan minimum tercatat 0,3 mm pada tanggal 06 Februari 2022,” kata Setiyaris, kemarin.

Dijelaskan Setiyaris, beberapa cara menandai prakiraan cuaca dengan mengamatinya melalui bentuk awan. Yakni awan yang berbentuk bunga kol atau bergumpal-gumpal berwarna putih bersih.

Kemudian menjelang siang dan sore akan berubah menjadi agak kegelapan atau keabu-abuan.

"Hal itu akan mengakibatkan turun hujan, pengamatan itu yang terjadi di bulan Februari 2022," ucap Setiyaris.

PMG Muda BMKG Nganjuk, M Aji Permana mengatakan, selain menyampaikan informasi cuaca, pihaknya juga menyampaikan prakiraan musim.

Ia menyebut, musim kemarau berada pada puncaknya di Kabupaten Nganjuk jatuh pada bulan Agustus 2022.

"Untuk Nganjuk bagian tengah terjadi di bulan September dan di bagian Utara Selatan terjadi di bulan Agustus," kata Aji Permana dalam talkshow Radio Suara Anjuk Ladang Pemkab Nganjuk.

Oleh karenanya, ungkap M Aji Permana, untuk menghadapi masa peralihan musim di bulan April dan Mei perlu diwaspadai potensi hujan lebat dengan durasi singkat.

Masyarakat juga harus mewaspadai angin kencang dan puting beliung yang biasa terjadi, terutama pada periode pancaroba seperti sekarang ini.

"Bagi masyarakat yang daerahnya rawan kekeringan mungkin informasi prakiraan musim kemarau ini bisa menjadi pedoman agar mewaspadainya terlebih dahulu," tutur Aji Permana. (aru/Achmad Amru Muiz)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved