Berita Pamekasan

Wamira Mart Jadi Solusi Tingkatkan Ekonomi Masyarakat, Produk Lokal Warga Pamekasan Bisa Naik Level

Wamira Mart didirikan Pemkab Pamekasan di bawah Dinas Koperasi Kecil dan Usaha Mikro untuk pemasaran hasil produk wirausaha baru.

TribunMadura.com/Kuswanto Ferdian
Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam saat belanja di Wamira Mart, Selasa (9/11/2021) malam. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Pemkab Pamekasan, Madura, akan mendirikan 91 Warung Milik Rakyat atau yang dikenal Wamira Mart pada tahun 2022.

Tahun ini, Pemkab Pamekasan berencana mendirikan 91 Wamira Mart yang tersebar di 13 kecamatan.

Wamira Mart merupakan fasilitas dari Pemkab Pamekasan di bawah Dinas Koperasi Kecil dan Usaha Mikro untuk pemasaran hasil produk wirausaha baru (WUB) yang menjadi program Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam, serta pemasaran produk usaha mikro kecil menengah (UMKM) milik warga.

Melalui program WUB, pemkab memberikan pelatihan usaha gratis kepada warga, kemudian memfasilitasi bantuan alat produksi dengan dana corporate social responsibility (CSR), pinjaman modal dengan bunga satu persen, hingga fasilitasi pemasaran baik online maupun offline.

"Tahun ini kita bekerja sama dengan rakyat membangun Wamira Mart, kita beri judul Wamira Mart, jadi warung-warung milik masyarakat itu kita branding ada 91 warung, isinya adalah dari UMKM," kata Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam, Senin (28/3/2022).

"40 persen isi UMKM, 60 persennya kita kerja sama dengan beberapa korporasi," sambung dia.

Pihaknya berkomitmen tidak akan memberi izin pendirian toko modern baru selama kepemimpinannya untuk menekan angka kemiskinan di Pamekasan.

Sebab, adanya toko modern sangat berdampak negatif terhadap kemandirian ekonomi warga.

"Kenapa kita memilih wamira mart untuk pasar akhirnya, karena pikiran saya, hasil survei terakhir, setiap ada satu toko modern berdiri, 30 toko kelontong tutup," jelasnya.

Bupati dengan sederet prestasi ini juga menyampaikan, toko kelontongan atau toko milik masyarakat sangat menopang terhadap ekonomi warga.

Tentu, lanjut dia, apabila ada 30 toko masyarakat tutup akibat toko modern berdiri, maka angka kemiskinan dan pengangguran akan membengkak.

"Kalau 30 toko kelontongan tutup, maka yang 30 itu kalau dia menopang ekonomi satu keluarga dengan isi empat orang, maka 30x4, berarti ada lebih seratus orang calon orang miskin baru di Pamekasan," paparnya.

Menurut Tokoh muda Nahdlatul Ulama ini, berdirinya wamira mart itu menjadi bagian dari strategi untuk kemandirian ekonomi warga yang bersamaan dengan pandemi Covid-19.

Sehingga ekonomi masyarakat Pamekasan tetap berjalan sebagaimana mestinya.

"Karena isu utama di pandemi ini ada tiga, pertama kesehatan, kedua ekonomi, dan ketiga stabilitas. Kami berharap, adanya wamira mart sebagai strategi kemandirian ekonomi warga bisa bermanfaat," harapnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved