Berita Sampang

Hasil Penggerebekan Balap Liar di Sampang, Polisi Kandangkan 40 Kendaraan Bermotor, Ini Syarat Ambil

Alhasil, sebanyak 40 kendaraan milik para pelaku terjaring, Saat ini puluhan kendaraan dengan merk bervariatif itu dikandangkan di kantor Satlantas

Penulis: Hanggara Pratama | Editor: Samsul Arifin
TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
Puluhan kendaraan saat terparkir di halaman depan Kantor Satlantas Polres Sampang, Madura, Selasa (29/3/2022). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Menjelang bulan suci Ramadan, Satlantas Polres Sampang, Madura lakukan penggrebekan terhadap aksi balap liar.

Alhasil, sebanyak 40 kendaraan milik para pelaku terjaring.

Saat ini puluhan kendaraan dengan merk bervariatif itu dikandangkan di kantor Satlantas setempat, Selasa (29/3/2022).

Penggrebekan tersebut berawal dari laporan masyarakat lantaran sangat meresahkan.

Mengetahui hal itu seluruh personel Satlantas Polres Sampang dikerahkan ke lokasi tepatnya, di Jalan Raya Syamsul Arifin, Sampang pada (27/3/2022) sekitar 01.00 WIB.

Jalan Raya Syamsul Arifin merupakan salah satu tempat favorit bagi pelaku balap liar untuk beraksi, meski terdapat Rumah Sakit (RS) di area sekitar.

Setibanya personel di lokasi, para pelaku yang mayoritas pemuda dan anak di bawah umur kelimpungan.

Baca juga: 6 Desa di Sampang Dapat Dana Bantuan Puluhan Juta dari Pemprov Jatim, Ditarget Kembangkan BUMDes

Bahkan, saking kagetnya dengan kedatangan petugas, para pelaku meninggalkan kendaraannya di lokasi balap liar.

Namun, dengan giat berskala besar beberapa pelaku berhasil diamankan sehingga mendapatkan sanksi push up di lokasi.

Kapolres Sampang AKBP Arman mengatakan bahwa kendaraan yang berhasil diamankan dari giat patroli balap liar maupun knalpot brong ini tidak begitu saja langsung diberikan kepada para pemiliknya.

Dirinya menegaskan jika kendaraan akan dikeluarkan pasca lebaran tahun ini.

Tujuannya menimbulkan efek jera kepada para pelaku balap liar.

"Kebanyakan kondisi kendaraan ini tidak standart lagi, jadi kami minta kepada pimiliknya untuk lengkapi peralatan kendaraannya terlebih dahulu sebelum mengambilnya," ujarnya.

Tak hanya itu, pihaknya pun berniat untuk memanggil orang tua pelaku untuk menandatangani surat pernyataan agar anak tidak mengulangi perbuatannya.

"Kami tidak ingin ada balap liar saat bulan puasa, maka kami siap tindak tegas bagi para pelanggar," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved