Berita Lamongan

Terjerat Kasus Minyak Goreng Oplosan, Alif Tinggalkan Istri Hamil 7 Bulan, Polisi Buru Pelaku Utama

berbekal rekaman CCTV yang ada di lokasi Pasar Agrobis, Sat Reskrim Polres Lamongan sukses mengendus jejak pelakunya dan berhasil menangkap 1 pelaku

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Samsul Arifin
TRIBUNMADURA.COM/HANIF MANSURI
Tersangka Alfin Naim, satu dari dua tersangka yang ditangkap polisi. Seorang lainnya DPO, Selasa (29/3/2022) 

TRIBUNMADURA.COM, LAMONGAN - Masih ingat kasus penjualan minyak goreng palsu (berupa air) yang sempat viral dengan korbannya seorang penjual tahu asal Bojonegoro ?

Minyak palsu dalam 4 jeriken senilai Rp 1.700.000 itu ramai di medsos, lantaran korbannya, Siti Fathimah (57) warga Ledok Kulon Bojonegoro sempat mengumpat pelaku dalam rekaman video yang muncul di dunia maya.

Kini tengah menemui titik terang,  berbekal rekaman CCTV yang ada di lokasi Pasar Agrobis, Sat Reskrim Polres Lamongan sukses mengendus jejak pelakunya dan berhasil menangkap 1 dari 2 pelaku.

Tepat berselang 21 hari sejak peristiwa, pelaku bernama Alfin Naim (25) ditangkap oleh anggota Unit 4 Pidana Ekonomi (Pidek) Sat Reskrim Polres Lamongan.

"Satu tersangka lainnya  atas nama AC (34) dinyatakan DP0," kata Kapolres Lamongan, AKP Miko Indrayana didampingi Kasat Reskrim AKP Yoan Septi Hendri, Selasa (29/3/2022).

Alfin Naim tidak bergerak seorang diri dalam melancarkan aksi penipuan penjualan minyak goreng curah tersebut.

Tersangka Alfin Naim ternyata hanya berperan sebagai kurir untuk mengantarkan minyak goreng palsu pada korbannya yang sebelumnya diprospek  oleh tersangka, AC.

"Saya tidak tahu isinya, awalnya ya minyak," aku Alfin Naim saat ditanya Miko.

Baca juga: Bau Busuk Menyengat di Lahan Tebu, Warga Lamongan Malah Temukan Hal Tak Terduga, Fakta Terungkap

Aksi penipuan penjualan minyak goreng palsu ini tidak hanya sekali dilakukan oleh Alfin dan AC. Tidak hanya menjajakan kepada para pedagang oprokan, namun juga ke sejumlah toko.

Pengakuannya, tersangka telah mendistribusikan migor palsu itu ke Pasar Agrobis Babat, Pasar Sukorame Kecamatan Sukorame,  Pasar Centini Kecamatan Laren,   Pasar Kranji Kecamatan Paciran, Kios di wilayah dan kios di Wilayah Kecamatan Ngimbang.

"Dan itu dilakukan selama kurun waktu bulan Maret 2022," kata Miko.

Modusnya, untuk setiap jeriken berisi 30 liter diisi air sebanyak 29 liter dan 1 liter minyak goreng asli. Ditawarkan dengan harga Rp 14.000 per liter sampai Rp 15.000 per liter.

Alfin yang ditugasi sebagai kurir mengaku menerima upah Rp 100 ribu per hari. Hubungan Alfin dengan AC ia kenal hanya sebatas teman.

Tersangka menggunakan  sepeda motor Honda Beat S 538 .. setiap kali mengantarkan minyak goreng oplosan ke para korbannya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved