Inilah Alasan Kenapa Tikus Sering Jadi Hewan Percobaan Penelitian, Pakar ITB Ungkap Anatomi Tikus

Tkus merupakan hewan yang sering kali digunakan sebagai objek penelitian, seperti obat bagi penyakit.

Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
leblob.fr
ilustrasi - Alasan mengapa tikus sering menjadi hewan percobaan 

TRIBUNMADURA.COM - Ternyata ini alasan tikus sering menjadi hewan percobaan penelitian.

Seperti diketahui, tikus merupakan hewan yang sering kali digunakan sebagai objek penelitian.

Ada berbagai penelitian yang diujikan kepada tikus, seperti obat bagi penyakit.

Tikus sering menjadi hewan percobaan penelitian karena memiliki banyak fungsi anatomi yang mirip dengan yang dimiliki manusia.

Hal itu diungkapkan Dosen Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung (FMIPA ITB) dari Kelompok Keahlian Biokimia, Fifi Fitriyah Masduki.

“Tikus memiliki banyak fungsi anatomi yang mirip dengan yang dimiliki manusia," kata dia, seperti dilansir dari laman ITB.

"Selain mirip secara anatomi, genom tikus dan manusia juga sering kali mirip,” ujarnya.

Baca juga: Tips Kesehatan bagi Penderita Diabetes yang Ingin Menjalankan Puasa, Simak Saran Dokter Berikut

Fifi juga menjelaskan bahwa sepanjang sejarah, tikus sudah sangat sering terlibat sebagai animal model untuk penelitian di berbagai universitas di dunia.

Bahkan, kata dia, banyak dari peneliti yang mendapat Nobel Prize melibatkan tikus pada penelitiannya sebagai animal model.

Ia juga menjelaskan bahwa kini telah banyak perusahaan yang menyediakan budidaya tikus transgenik.

Berbagai informasi terkait tikus transgenik yang dapat dipakai untuk mempelajari riset-riset terkait penyakit yang menyebar di manusia juga telah beredar luas di internet.

Salah satu bentuk penelitian terkait penyakit manusia yang memanfaatkan animal model berupa tikus adalah penelitian terkait penyakit malaria.

“Spesies parasit yang paling banyak menginfeksi manusia melalui penyakit malaria adalah vivax dan falciparum.

Bahaya dari spesies falciparum ini merupakan kecepatannya untuk berkembang biak dan menyebar ke berbagai organ tubuh manusia seperti otak melalui peredaran darah.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved