Berita Pamekasan

Hak Pembebasan Dicabut, Napi Pamekasan yang Curi Kotak Amal Dapat Sanksi Tegas, Keluarga Dipanggil

WBP Lapas Kelas IIA Pamekasan terekam CCTV hendak mencuri kotak amal di Musala Nurul Ikhlas.

TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Kasi Kegiatan Kerja Lapas Kelas IIA Pamekasan, Dwi Puji Mulyanto. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIA Pamekasan terekam CCTV hendak mencuri kotak amal di Musala Nurul Ikhlas, Kelurahan Parteker, Kabupaten Pamekasan.

Terungkap bahwa pelaku ternyata narapidana yang mendapatkan program asimilasi.

WBP Lapas Kelas IIA Pamekasan itu bekerja di tempat pencucian motor Nato (Napi Tobat) miliki Lapas, yang berlokasi di depan Gedung Lapas Kelas IIA Pamekasan.

Kasi Kegiatan Kerja Lapas Kelas IIA Pamekasan, Dwi Puji Mulyanto mengatakan, terhitung sebulan WBP ini pelaku berkerja di tempat cuci motor milik Lapas Kelas IIA Pamekasan.

Dwi tak menyangka warga binaannya itu melakukan perbuatan pencurian kotak amal karena WBP ini terkenal baik di dalam Lapas Kelas IIA Pamekasan .

Kata dia, ada tiga WBP yang bekerja di tempat cuci motor tersebut karena mendapatkan program asimilasi.

Sementara ini, tempat cuci motor tersebut ditutup pasca viralnya video CCTV yang merekam WBP Lapas Kelas IIA Pamekasan hendak mencuri kotak amal.

"Sebelum WBP ini dipekerjakan di luar, mereka sudah kita evaluasi. Perilakunya bagaimana, dan tingkah lakunya bagaimana karena mereka mengikuti pembinaan di lapas," kata Dwi, Minggu (10/4/2022) kemarin.

Menurut Dwi, para WBP yang mendapatkan program asimilasi itu telah memenuhi persyaratan administrasi.

Sedangkan WBP Lapas Kelas IIA Pamekasan yang terekam CCTV hendak mencuri kotak amal ini, sebelumnya ditahan karena mencuri motor dengan masa pidana satu setengah tahun.

Selain itu, WBP ini telah menjalani setengah tahanan dari masa pidananya, sehingga pihak Lapas Kelas IIA Pamekasan mengadakan sidang TPP (tim pengamat pemasyarakatan) untuk mendapatkan program asimilasi.

Pada akhirnya WBP ini dinyatakan layak untuk dipekerjakan di luar lingkungan Lapas Kelas IIA Pamekasan dan ditempatkan bekerja di tempat pencucian motor Nato.

"Kita pekerjakan anak ini dengan jaminan orang tua dan kepala desa ikut tanggung jawab bila ada masalah di luar. Karena ada perjanjian prosedural keluarganya juga kita datangkan untuk dimintai pertanggungjawaban perihal masalah ini," ungkapnya.

Berdasarkan data yang dihimpun, WBP yang hendak mencuri kotak amal itu berinisial ER (24), pria warga Kecamatan Proppo.

Sebelumya, ia ditahan di Lapas Kelas IIA Pamekasan dengan lama pidana 1 setengah tahun lantaran mencuri motor.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved