Berita Pasuruan

Akhir Pelarian DPO Begal Sadis di Pasuruan di Tangan Polisi, Sisanya Dikejar Sampai ke Lubang Semut

Mereka ditangkap saat sedang melancarkan aksinya, saat ditangkap, tiga begal ini sempat berusaha melukai anggota Satreskrim Polres Pasuruan

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Samsul Arifin
TRIBUNMADURA.COM/GALIH LINTARTIKA
Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Adhi Putranto Utomo saat memimpin rilis. 

TRIBUNMADURA.COM, PASURUAN - Satreskrim Polres Pasuruan menangkap tiga DPO begal atau pelaku kejahatan jalanan yang selama ini meresahkan.

Mereka ditangkap saat sedang melancarkan aksinya. Saat ditangkap, tiga begal ini sempat berusaha melukai anggota Satreskrim Polres Pasuruan.

Pertama, melemparkan bondet atau bom ikan. Dan kedua, mengacungkan senjata tajam ke anggota kepolisian. Secara tegas, polisi melakukan tindakan tegas terukur.

Satu dari tiga tersangka mendapatkan hadiah timah panas. Setelah itu, ketiganya berhasil dilumpuhkan dan langsung dibawa ke Polres Pasuruan untuk pemeriksaan.

Kasatreskrim Polres Pasuruan AKP Adhi Putranto Utomo mengatakan, ketiganya ini adalah komplotan begal yang sudah seringkali beraksi di Pasuruan.

Baca juga: Fakta Baru Penembakan Pria di Sumenep, Terduga Begal Disebut Punya Catatan Kriminal, Keluarga Bantah

Ia menyebut, sebenarnya kelompok ini ada tujuh orang anggotanya. Tiga sudah diamankan. Mereka adalah SF (35), SA (35), dan RS (35).

Ketiganya adalah warga Sapulante, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan. "Tinggal empat yang masih dalam pengejaran," tambahnya.

Kasat mempersilahkan keempat tersangka yang masih DPO untuk menyerahkan diri baik - baik. "Kalau tidak, akan kami kejar sampai ke lubang semut sekalipun," urainya.

Menurut Kasat, dari pengakuan para tersangka ini, semuanya sudah beraksi di 26 TKP di Kabupaten Pasuruan. Artinya, sudah 26 sepeda motor yang dirampas.

"Saat ketiganya beraksi bersama, sudah 26 kali. Tapi ada aksi masing - masing tersangka dengan DPO yang belum terungkap," jelasnya.

Ditegaskan Kasat, ketiganya ini tega saat beraksi. Modus operandinya, merampas sepeda motor korban dengan tidak manusiawi.

"Caranya dengan mengancam menggunakan sajam atau bondet. Tidak hanya sepeda motor yang dirampas, ada mobil juga yang pernah dirampas," lanjut dia.

Bahkan, kata Kasat, ada juga korban yang dilukai sama tersangka. "Ada korban yang sampai terluka juga," lanjut Kasatreskrim.

Dari hasil pemeriksaan, kata Kasat, juga terungkap jika ketiganya ini pengguna aktif sabu - sabu. Itu diketahui saat ketiganya menjalani tes urine.

"Semuanya positif. Kemungkinan ada korelasinya, hasil begal ini dijual untuk beli sabu dan digunakan saat akan beraksi," paparnya.

Di sisi lain, ketiganya ini juga pemain lama. Dari catatan kepolisian, ketiganya pernah dipenjara dalam kasus yang sama.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved