Berita Probolinggo

Menilik Tradisi 'Petolekoran' Warga Gili Ketapang Probolinggo Jelang Lebaran, Naik Kapal Tradisional

Dalam tradisi tersebut, warga Gili Ketapang berbondong-bondong mengunjungi sejumlah toko di Kota Probolinggo untuk berbelanja kebetuhan pokok

Penulis: Danendra Kusuma | Editor: Samsul Arifin
TribunMadura.com/Danendra Kusuma
Para Warga Gili Ketapang tengah Melakukan Tradisi Petolekoran, Jumat (29/4/2022). 

TRIBUNMADURA.COM, PROBOLINGGO - Tradisi Petolekoran Warga Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo hingga kini tetap lestari. 


Dalam tradisi tersebut, warga Gili Ketapang berbondong-bondong mengunjungi sejumlah toko di Kota Probolinggo untuk berbelanja kebetuhan pokok, camilan, dan pakaian lebaran. 


Mereka melakukannya saban puasa hari ke-27 atau disebut Petolekoran (dalam bahasa Madura).


Para warga bertandang ke Kota Probolinggo menumpangi kapal tradisional. Perjalanan dari Gili Ketapang menuju Dermaga Pelabuhan Tanjung Tembaga, Mayangan, Kota Probolinggo membutuhkan waktu sekira 30 menit. 


Seorang warga Gili Ketapang, Maimunah (42) mengatakan tradisi Petolekoran merupakan aktivitas turun-temurun dari nenek moyang yang sudah ada sejak puluhan tahun lalu. 

Baca juga: Kecelakaan Karambol di Probolinggo, Libatkan Ambulance Mengangkut Jenazah hingga Truk Towing

Kumpulan Berita Lainnya seputar Probolinggo

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com


Dia berkunjung ke Kota Probolinggo bersama dua orang anaknya. 


"Saya ke Kota Probolinggo untuk berbelanja camilan dan baju lebaran. Tradisi ini sudah turun temurun dari nenek moyang," katanya, Jumat (29/4/2022). 


Maimunah menyebut, ada sekira ribuan warga Gili Ketapang yang berkunjung ke Kota Probolinggo

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved