Berita Surabaya

SE Wali Kota Surabaya tentang Aturan Rumah Hiburan Umum Dilanjutkan, Boleh Buka sampai Pukul 03.00

Terkontrolnya angka kasus sebaran Covid 19 dan tingginya serapan vaksinasi hingga dosis ke tiga menjadi salah satu alasan kuat, SE Walikota diteruskan

Penulis: Firman Rachmanudin | Editor: Samsul Arifin
TRIBUNMADURA.COM/FIRMAN RACHMANUDIN
Petugas Gabungan Saat Mengecek Prokes di Rumah Karaoke Terminal Surabaya 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Surat Edaran Walikota Surabaya yang diterbitkan per tanggal 22 Maret 2022 lalu kembali berlaku sama setelah bulan suci Ramadan.

Kali ini, gegap gempita dunia hiburan malam di Surabaya bakal kembali menggelegar pasca dua tahun dihantam pandemi.

Terkontrolnya angka kasus sebaran Covid 19 dan tingginya serapan vaksinasi hingga dosis ke tiga menjadi salah satu alasan kuat, SE Walikota 22 Maret lalu diteruskan.

Ridwan Mubarun, wakil sekretaris IV Satgas Covid 19 kota Surabaya menyebut, pasca lebaran itu, SE Walikota yang diterbitkan tanggal 22 Maret kembali berlaku hingga tanggal 9 Mei 2022.

"Kembali diberlakukan. Nanti ada masa kadaluarsanya sampai tanggal 9 Mei," sebut Ridwan, Rabu (4/5/2022).

Baca juga: Angkut Pemudik dari Surabaya, Mobil Carry Terbakar di Torjun Sampang, Sempat Mogok Sebelum Hangus

Kumpulan Berita Lainnya seputar Surabaya

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com

Ridwan mengatakan jika setiap surat edaran yang dikeluarkan oleh pemerintah kota Surabaya bakal memiliki masa untuk proses evaluasi.

"Jadi nanti kita evaluasi, apakah ada dampak buruk misalnya. Ya akan kita cabut dan kita revisi, namun jika stabil, akan kami perpanjang," imbuhnya.

Surat Edaran Walikota Surabaya 443.2/5016/436.8.5/2022 itu mengacu pada Imendagri nomor 18 tahun 2022 dan sebagian diantaranya mengacu pada Perwali kota Surabaya nomor 25 tahun 2014 tentang operasional untuk Rumah Hiburan Umum.

"Kalau untuk RHU (rumah hiburan umum) memang sudah lama boleh buka. Namun ini mengatur jam operasionalnya seperti diskotek dan bar hingga pukul 03.00 WIB," terangnya.

Meski begitu, ia mengimbau kepada masyarakat dan pelaku usaha untuk tetap tak bergeming meninggalkan protokol kesehatan.

"Yang penting tidak abai protokol kesehatan. Jangan kemudian ini menjadi euforia hingga kita lalai. Selama angka kasus Covid bisa terkendali, pelan-pelan semua akan kembali normal," tandasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved