Berita Bangkalan

Banjir Air Mata saat Santri Pamit pada Orangtua di Halaman Dinas Perhubungan Bangkalan

Momen haru pemberangkatan para santri berusia belasan tahun kembali ke ‘pangkuan’ Ponpes Al Amien selalu tersaji setiap tahun.

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Aqwamit Torik
TribunMadura.com/Ahmad Faisol
Momen haru pemberangkatan para santri berusia belasan tahun kembali ke ‘pangkuan’ Ponpes Al Amien di halaman Dinas Perhubungan Bangkalan, Jumat (13/5/2022). 

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – 40 hari masa libur Ramadhan telah usai. Tiba waktunya bagi para santri kembali ke pondok pesantren (ponpes), meninggalkan orang tua, saudara, teman bermain, dan hingar-bingar kehidupan di luar ponpes. Seperti gambaran pemberangkatan ratusan santri dari halaman Dinas Perhubungan Bangkalan menuju Ponpes Al Amien, Sumenep, Jumat (13/5/2022).  

Momen haru pemberangkatan para santri berusia belasan tahun kembali ke ‘pangkuan’ Ponpes Al Amien selalu tersaji setiap tahun. Bahkan awan mendung di pagi hari pun seolah turut merasakan pergulatan batin para ibu.

Mereka hanya bisa ‘meronta’ dengan isak tangis sambil menatap laju 4 bus yang membawa 308 santri Al Amien hingga berlalu sejauh mata memandang. Momen menggetarkan hati bahkan tersaji beberapa menit sebelum bus berangkat, ketika seorang santri putri dengan wajah penuh linangan air mata bergegas keluar bus untuk kembali memeluk dan mencium ibunya.  

“Membutuhkan tekad kuat untuk melepas anak ke pondok, rata-rata memang kaum ibu yang lebih sensitif bahkan gagal move on. Hingga akhirnya anak urung untuk melanjutkan masa pendidikan di pondok,” ungkap Suwadi (43) kepada Surya usai momen pemberangkatan anaknya.

Pria asal Kelurahan Demangan, Kota Bangkalan itu merasakan betapa berat seorang ibu ketika harus melepas putra semata wayangnya, Moh Fatih Mubarok yang kala itu baru saja lulus SD untuk dikirim ke Ponpes Al Amien.

Jalinan emosi atau ikatan batin antara ibu dan anak benar-benar dirasakan Suwardi ketika memasuki masa tiga bulan di awal kepergian Fatih. Kegundahan hati seorang ibu, lanjutnya, dirasakan seorang anak. Fatih kini telah menginjak kelas 3 Aliyah di Ponpes Al Amien.

“Di awal anak mondok, isteri saya sering menangis saat mencuci baju di kamar mandi. Hal serupa dirasakan Fatih, ia gelisah bahkan sempat ingin pulang kembali ke rumah. Namun masa-masa berat itu akhirnya berhasil kami lalui,” jelasnya.

Menurutnya, keputusan untuk mengirim anak ke ponpes harus menjadi keputusan bersama antara bapak, ibu, dan anak. Suwardi mulai mempersiapkan sedini mungkin dengan mengkondisikan anak sejak usia kecil untuk mengenal dunia pesantren, khususnya Ponpes Al Amien.

“Perspektif dan mindset anak memang harus dipola untuk mondok, termasuk saya dan isteri yang  harus memposisikan lebih dari anak. Butuh keikhlasan, tekad kuat, hingga rela berpisah demi masa depan anak,” pungkas alumnus Ponpes Al Amien yang kini sudah dikarunia dua anak.

Pantia Pemberangkatan Santri Al Amien, Nur Alim mengungkapkan, total santri yang kembali ke ponpes usai berakhirnya masa libur Ramadhan dan Lebaran tahun ini sejumlah 432 santri dengan rincian 203 santri laki-laki dan 229 santri putri.

“Kami membagi empat gelombang untuk pemberangkatan santri kembali ke pondok. Hari ini adalah gelombang ketiga dengan jumlah total 308 santri; 140 santri putri dan 159 santri putra. Gelombang terakhir kami gelar pada 17-18 Mei,” ungkap Nur Alim.

Ia menjelaskan, memfasilitasi dan mengkoordinir pemberangkatan para santri pada masa pulang dan kembali ke pondok berawal atas perintah pihak Ponpes Al Amien di masa terjadinya wabah pandemi Covid-19 pada tahun 2020.

“Ponpes meminta tolong semua alumni Ponpes Al Amien atau Ikbal (Ikatan Keluarga Besar Al Amien) di seluruh penjuru nusantara bergerak. Itu dilakukan untuk menghindarkan para santri dari paparan Covid-19,” jelasnya.

Hingga saat ini, Ikbal di seluruh Indonesia masih mengkoordinir dan memfasilitasi dengan armada bus setiap momen pemberangkatan para santri kembali ke ponpes maupun pulang ke rumah.

“Kami juga siapkan seorang ustadz atau ustadzah sebagai pendamping di setiap bus. Registrasi sebelum keberangkatan dilakukan sejak 8 Mei lalu,” pungkas pria yang akrab disapa Gus Nur itu. (edo/ahmad faisol)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved