Berita Jawa Timur

Gubernur Khofifah Dua Periode?, Survei ARCI di Bursa Pilgub 2024, Tingkat Kepuasan di atas 80 Persen

Kepuasan masyarakat yang tinggi menjadi alasan besarnya peluang Khofifah melanjutkan periode kepemimpinan

Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Samsul Arifin
TribunMadura.com/Yusron Naufal Putra
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berpeluang besar memimpin dua periode jika kembali maju Pilgub pada tahun 2024. 

Kepuasan masyarakat yang tinggi menjadi alasan besarnya peluang Khofifah melanjutkan periode kepemimpinan. 

Berdasarkan survei Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI) yang juga memotret bursa Pilgub 2024, menunjukkan tingkat kepuasan terhadap Khofifah terbilang tinggi yakni diatas 80 persen. 

Survei tersebut dilakukan di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur dengan melibatkan 1200 responden. 

Metode yang digunakan adalah multistage random sampling dengan margin of error sebesar 3 persen, dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Dalam survei yang dilakukan pada periode Mei ini Khofifah mengungguli sejumlah tokoh tersohor lain di Jawa Timur. Elektabilitas Khofifah berada di angka 40,3 persen. 

Baca juga: Bandeng Seukuran Paha Orang Dewasa Diborong Gubernur Khofifah, Bandeng Ini Besar Sekali, Legend

Kumpulan Berita Lainnya seputar  Gubernur Jawa Timur

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com

"Kepuasan masyarakat jadi salah satu indikator yang membuat peluang Bu Khofifah tinggi," kata Direktur Eksekutif ARCI Baihaki Sirajt, Minggu (15/5/2022). 

Tingginya elektabilitas Khofifah bahkan juga tergambar ketika survei tersebut mencoba mengerucutkan sejumlah nama. Hasilnya, elektabilitas Khofifah masih tinggi. 

Dalam survei yang dilakukan ARCI ini juga menggambarkan 60 persen masyarakat menginginkan Khofifah kembali maju Pilgub Jatim mendatang. 

"Sehingga, kalau Bu Khofifah kembali mencalonkan Gubernur peluangnya sangat besar untuk memimpin dua periode," jelas Baihaki. 

Sementara itu, preferensi masyarakat dalam memilih Cagub/Cawagub figur yang merakyat masih tertinggi yakni 32,4 persen. Lalu disusul tidak terlibat korupsi (17,8 persen) dan figur berpengalaman (15,7 persen). 

"Kemudian, berintegritas 10,6 persen dan berusia muda 8,2 persen," lanjutnya. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved