Berita Pamekasan

Ada 13 Pesantren di Pamekasan Jadi Percontohan Agri Santriprenuer, Pemkab Siapkan Bantuan Hibah

Ajib Abdullah menyampaikan, pihaknya menyiapkan bantuan hibah untuk pesantren yang ingin memupuk santrinya memiliki kemampuan bertani

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Samsul Arifin
istimewa/TribunMadura.com
Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam saat menanam pohon pisang di Pondok Pesantren Sumber Bungur, Kecamatan Pakong, Kamis (19/5/2022) lalu. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian 

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Madura, menyambut baik pondok pesantren yang mengembangkan pertanian untuk mendorong kemandirian pesantren berbasis agri santripreneur.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Pamekasan, Ajib Abdullah menyampaikan, pihaknya menyiapkan bantuan hibah untuk pesantren yang ingin memupuk santrinya memiliki kemampuan bertani. 

Selain mempersiapkan potensi santri, program tersebut juga mendukung ketahanan pangan nasional.

Kata dia, bantuan hibah pertanian itu tidak hanya diberikan kepada kelompok tani.

Melainkan lembaga non profite juga berhak menerimanya, termasuk pondok pesantren.

"Lembaga pendidikan yang bergerak di bidang pertanian kita harus masuk, bukan hanya untuk kelompok tani. Meskipun memang ada bantuan yang harus lewat kelompok tani," kata Ajib Abdullah kepada TribunMadura.com, Senin (23/5/2022).

Mantan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) itu mengaku harus melihat terlebih dahulu pesantren yang menginginkan bantuan hibah pertanian tersebut. 

Baca juga: Agar tak Bertele-tele Selama Khutbah, Para Khatib di Pameksan Diberi Pembinaan, Ini Kata Sekda

Kumpulan Berita Lainnya seputar Pamekasan

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com

Mulai lokasi pesantren, serta potensi daerah.

Sebab hal itu sangat menentukan kesuksesan program tersebut.

"Pesantren yang mau mengembangkan pertanian, kita lihat potensinya. Misalnya kalau daerah Tlanakan diberi durian kan tidak cocok, makanya kita harus lihat potensi yang ada, lokasi pesantrennya dimana, ada air atau tidak," jelasnya.

Dia mencontohkan, daerah tegal seperti daerah Pegantenan, tanaman yang cocok adalah alpukat, dan durian.

Sementara daerah yang memiliki potensi air bagus bisa fokus terhadap pengembangan padi, dan jagung.

Selain itu, pesantren juga bisa meminta arahan kepada instansinya tentang tanaman yang cocok di daerah tersebut.

"Tahun ini rencananya ada 13 pesantren (jadi pilot project pesantren berbasis agri santriprenuer) kita lihat perkembangannya, kita tidak usah muluk-muluk, 13 pesantren ini bisa jos atau real itu sudah sangat luar biasa," tegasnya.

Menurutnya, sebanyak 13 pesantren yang menjadi percontohan kemandirian pesantren berbasis agri santriprenuer itu tersebar di 13 kecamatan dengan aneka bantuan sesuai potensi alam di pondok pesantren tersebut.

"Bantuannya nanti bisa berbentuk barang, ke belakang kita harus berdiskusi dengan lembaga untuk mengetahui potensinya," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved