Berita Pamekasan

Kemolekan Gunung Bromo Jadi Inspirasi, Herdy Seset Siap Tampilkan Karya Busana Fashion Batik Tulis

Di antaranya Embran Nawawi, Herdy Seset, Pepeng Briyanto, Bagus Dwi Prasetyo, Lutfiyanto dan Alvien Oktava

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Samsul Arifin
Tangkapan Layar
Desainer Muda asal Pamekasan, Herdy Seset bersama model yang memakai busana fashion karyanya berjuluk MERU. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian 

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Road Show Gebyar Batik Pamekasan, Madura tahun 2022 akan kembali dimulai.

Event fashion bertaraf nasional itu akan ditampilkan di Pasir Berbisik Bromo, Jawa Timur pada Sabtu (11/6/2022).

Dalam acara tersebut, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pamekasan, Madura membawa enam desainer ternama.

Di antaranya Embran Nawawi, Herdy Seset, Pepeng Briyanto, Bagus Dwi Prasetyo, Lutfiyanto dan Alvien Oktava.

Keenam desainer asal Kabupaten Pamekasan itu akan menampilkan karya busana fashion berbahan dasar batik tulis Pamekasan.

Baca juga: Intens Lakukan Observasi dan Pemantauan, Kepala DKPP Pastikan Sejumlah Pasar Sapi di Pamekasan Aman

Baca juga: Bupati Baddrut Tamam Lepas 417 Calon Jemaah Haji, Minta Doa untuk Pamekasan Agar Selalu Aman

Kumpulan Berita Lainnya seputar Pamekasan

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com

Herdy Seset, salah satu desainer muda yang akan tampil di acara itu membocorkan filosofi karya busananya.

Pada acara Gebyar Batik Pamekasan 2022 di Pasir Berbisik Bromo ini, Herdy Seset akan menampilkan busana fashion yang ia juluki 'MERU'.

Kata dia, MERU merupakan busana fashion yang menggambarkan simbol kekuatan, tangguh, besar dan pemberani.

"MERU juga berarti gunung yang menjadi pusat kosmologi masyarakat Jawa. Di situ ada kedamaian, kesucian dan kekuatan menyatu di dalamnya sehingga memberikan suatu semangat dalam kehidupan," kata Herdy Seset kepada TribunMadura.com, Jumat (27/5/2022).

Pria yang hobi mengoleksi benda sejarah ini mengaku akan mengkombinasikan paduan batik tulis Pamekasan berwarna merah, biru dan hitam dalam busana fashion karyanya.

Perpaduan warna itu, lanjut Herdy, merah melambangkan semangat, biru melambangkan luasnya kuasa Tuhan dan hitam melambangkan kedalaman jiwa masyarakat Suku Tengger dalam menjalani kehidupannya.

"Desain ini terinspirasi oleh kuat dan bersahajanya masyarakat Tengger, serta agungnya Gunung Bromo," ujarnya.

Menurut Herdy, busana fashion karyanya juga akan dipadu dengan batik motif junjung drajat yang tegas garisnya menyerupai gunung dan warna merah maroon yang memberikan nuansa semangat serta pemberani.

Dalam busana fashion karyanya ini juga semakin mengekspresikan betapa indah dan agungnya Meru di Indonesia.

BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved