Kecelakaan Lalu Lintas

Mahasiswa Tewas Ditabrak Mobil Sedan 'Ngedrift' di Surabaya, Saksi Sebut Mobil Berkecepatan Tinggi

Akibat kuatnya tabrakan yang terjadi menyebabkan motor korban teronggok ringsek di bahu jalan sekitar, lalu terbakar

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Samsul Arifin
TribunMadura.com/Luhur Pambudi
Lokasi kejadian perkara korban jambret tewas ditabrak mobil saat mengejar pelaku. 

LH menceritakan, berdasarkan informasi yang didengarnya dari sejumlah pengendara yang sempat menyaksikan detik-detik kecelakaan itu terjadi. 

Sebelum menabrak motor di lokasi kejadian, mobil tersebut diduga melaju dalam kecepatan tinggi, seraya bermanuver belok ke kanan dan ke kiri, memanfaatkan lebar badan jalan tersebut yang berukuran sekitar lima meter itu. 

Sejumlah saksi, lanjut LH, melihat bahwa mobil tersebut melaju bermanuver dengan cara semacam itu, sejak perempatan traffic light (TL) Jalan Arief Rachman Hakim, yang berjarak satu kilometer sebelum sampai di titik lokasi kejadian

"Setelah itu, saat mau belok dan mau menyasak situ (rumput pulau tengah jalan), mau nyasak ke kanan tapi ke kiri, kemungkinan banting setir menggak-menggok, itu katanya orang yang tahu kejadiannya. Saya dengarnya begitu," terangnya. 

Setibanya di depan gerak reparasi motor khusus pabrikan Jepang di jalan tersebut. 

Tak sangka, mobil tersebut, malah menghantam sebuah motor yang dikendarai korban dan sedang melaju dalam kecepatan sedang, di depannya. 

Korban, ungkap LH, saat itu berkendara motor melaju di samping seorang temannya yang saat itu mengendari motor seorang diri, namun selamat usai terhindar dari tabrakan. 

"Kemungkinan, orangnya jatuh, motornya maju ke depan begitu. Orangnya sudah jatuh di sana. Cuma 1 aja yang tergeletak. Satunya selamat. Mereka naik sepeda sendiri-sendiri," ungkapnya. 

Korban diketahui sebagai mahasiswa yang berkuliah di sebuah kampus teknik terkemuka di Kota Surabaya

Insiden kecelakaan tersebut, menimpa korban. Saat hendak pulang ke rumah di kawasan Soko, Sidoarjo, setelah mengerjakan tugas kelompok bersama teman-teman kuliahnya di sebuah warkop kawasan Surabaya Timur. 

"Makanya itu, setelah korban kecelakaan. Banyak teman teman kuliahnya datang ke lokasi. Katanya habis kerja kelompok di warkop," pungkasnya. 

Sementara itu, Kanit Laka Satlantas Polrestabes Surabaya Iptu Suryadi mengungkapkan, hasil penyelidikan dan penyidikan atas insiden tabrakan tersebut. 

Sopir mobil tidak terindikasi mengonsumsi zat-zat jenis apapun berbentuk cair atau padat, yang berpotensi memperngaruhi kestabilan kesadaran seorang pengemudi dalam berkendara. 

Hal itu dibuktikan dari hasil tes urine si pengemudi mobil yang dilakukan oleh penyidik Unit Kecelakaan Satlantas Polrestabes Surabaya

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved